Berdayakan Orang Lain, Itulah Pemimpin

//Berdayakan Orang Lain, Itulah Pemimpin

Berdayakan Orang Lain, Itulah Pemimpin

Berdayakan Orang Lain, Itulah Pemimpin

 

Kubik Leadership / Innovate For Impact

Ada seorang lelaki datang kepada saya dan bertanya “pak, bagaimana agar istri saya berkembang?” Saya menjawab “istrimu itu punya bakat bisnis, sarana dan prasarana pendukung bisnis tinggal ditata karena kamu sudah punya, keahlian istrimu jarang dimiliki orang. Saya yakin, istrimu akan sangat berkembang apabila kamu dukung dia mengembangkan bisnisnya dari rumah”.

Lelaki itu menjawab “nah itu pak yang saya tidak mau, kalau nanti dia berkembangnya terlalu melesat, saya ditinggal”. Saya terkejut mendengar jawaban itu. Bagaimana menurut Anda, pendapat lelaki seperti ini?

Fenomena itu terjadi juga di dalam dunia bisnis, banyak pimpinan yang enggan memberdayakan anggota timnya karena takut ditinggal, disalip, atau dikhianati oleh anggota timnya. Sang pemimpin ingin selalu tampak lebih hebat, lebih powerful, lebih menguasai banyak hal.

Apakah ketakutan seperti dua kasus tersebut di atas tepat? Jawabnya adalah tepat, bagi orang yang egois dan malas bertumbuh. Tetapi jawabannya kurang tepat bagi mereka yang senang tumbuh bersama dan mempunyai semangat belajar yang tinggi.

Ketahuilah, ingin dominan dengan cara membuat orang lain terlihat lemah adalah ciri orang yang bermental kalah. Analoginya seperti lomba lari orang dewasa yang sehat dengan anak-anak TK. Gak asik khan, apabila Anda yang sudah dewasa dan sehat menjadi juara lomba lari saat melawan mereka yang masih TK? Bukan hanya gak asik, tetapi juga malu dan tidak ada rasa kebanggaan sedikitpun.

Mendukung orang lain untuk tumbuh melesat dan berkembang pesat juga akan mendorong kita bertumbuh lebih cepat. Bahkan berbagai studi di berbagai perguruan tinggi ternama juga menyimpulkan “membantu orang lain itu membahagiakan dan meningkatkan kekebalan tubuh.” Pakar psikologi positif di Universitas Sydney, Dr Tony Grant menambahkan “mereka yang sering membantu orang lain akan berada di lingkaran positif, mereka yang kurang peduli akan terlempar dan terpinggirkan”.

  Jangan Asal Bertanya

Bagi saya yang sering memberikan seminar atau training tentang Leadership, membantu atau mensupport orang lain adalah bibit jiwa kepemimpinan yang melekat pada seseorang. Hal ini sejalan dengan pernyataan Jack Welch, CEO Legendaris di General Electric : “Before you are a leader, success is all about growing your self. When you become a leader, success is all about growing others”. Dan tentu Anda tahu, setiap kita adalah pemimpin.

Mau semakin sehat, semakin bahagia, semakin berarti bagi lingkungan dan ingin semakin mengasah jiwa kepemimpinan? Berdayakanlah orang lain, sebab dominan di tengah-tengah orang lemah membuat Anda di kemudian hari hanya menjadi seorang follower bukan seorang leader.

Salam SuksesMulia

 

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Inspirasi Leadership Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Leadership

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends

Leave A Comment