Team building. Sebuah frase yang boleh jadi sangat familiar kita dengar di dunia korporasi dan organisasi. Frase yang kerap kita yakini sebagai sesuatu yang sangat penting dalam upaya mengantarkan kita mencapai setiap visi, misi dan target yang telah kita pilih untuk capai bersama. Terutama dalam era dengan perubahan yang saat eksponensial saat ini.

Namun tahukah Anda apa yang dimaksud dengan Team building? Apa yang menjadikan hal tersebut penting untuk kita hadirkan dalam mencapai tujuan? Dan bagaimana cara untuk mengukur seberapa efektif team building di organisasi kita saat ini?

Ketika berbicara tentang Team building, kata ini mengacu pada dua hal. Yang pertama, secara singkat kata team building mengacu pada proses membangun formasi sebuah tim. Lalu yang kedua, kata team building mengacu pada sebuah upaya untuk meningkatkan efektivitas tim, umumnya dalam bentuk serangkaian aktivitas yang melibatkan seluruh anggota tim.

 

 1. Team Building = membangun formasi tim.

Ketika membahas tentang membangun formasi tim, maka bisa jadi kita berada pada dua situasi. Situasi pertama adalah ketika kita baru saja membentuk satu tim baru yang kemudian perlu kita isi dengan sejumlah anggota tim yang tepat untuk mengisi setiap pos di dalam tim tersebut.

Lalu kedua, adalah ketika sebuah tim sudah terbentuk dan berjalan, namun karena satu dan lain hal membutuhkan anggota tim baru untuk melengkapi potongan puzzle yang hilang di dalam tim tersebut. Baik sifatnya menggantikan seorang anggota tim yang keluar dari tim, atau menambahkan anggota baru untuk mengisi pos yang sebelumnya tidak ada di dalam tim tersebut.

Untuk bisa berhasil pada poin ini, penting bagi kita sebagai seorang leader dalam memotret seberapa tepat seorang kandidat untuk kita rekrut dan tempatkan ke dalam tim yang kita pimpin. Selanjutnya adalah, seberapa baik kita dalam membangun atmosfir yang bisa meningkatkan interaksi yang positif dan kolaboratif di dalam tim kita.

Penting diingat bahwa, apa pun tindakan yang kita lakukan sebagai leader akan berdampak pada atmosfir yang ada. Sebagai contoh, ketika kita memilih (baik disadari atau tidak) untuk abai dengan membiarkan segala sesuatu berjalan mengalir saja, maka jangan heran jika interaksi yang timbul adalah interaksi yang saling cuek dan tidak peduli satu sama lain. Sebaliknya, ketika kita secara sadar penuh memilih untuk melakukan tindakan-tindakan yang bisa menguatkan hubungan di dalam tim kita, siap-siaplah untuk meneteskan air mata bahagia saat tim Anda bersedia untuk saling dukung dan saling berkorban untuk mencapai tujuan bersama.

 

 2. Team Building = aktivitas peningkat efektivitas tim.

Pada makna yang kedua, yakni team building sebagai aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tim, hal ini seringkali dipersepsi dengan kegiatan yang menyenangkan oleh anggota tim. Ya, hal ini karena seringkali bentuk aktivitas yang melibatkan anggota tim tersebut adalah kegiatan yang dilakukan di luar ruangan (outdoor), dalam bentuk permainan-permainan (games). Bisa jadi di alam bebas, di area wisata, dan tak jarang juga dilakukan di tempat-tempat menarik yang berada di pusat kota.

Dan faktanya, aktivitas team building ini dapat mendatangkan sejumlah manfaat. Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut ini adalah manfaat yang bisa didapat melalui sebuah aktivitas team building yang efektif.

1) Mendorong & meningkatkan komunikasi

2) Meningkatkan motivasi

3) Mendorong kreativitas

4) Mengurangi konflik

5) Membangun kepercayaan

6) Meningkatkan engagement (keterlibatan).

7) Meningkatkan moral

8) Meningkatkan retensi karyawan

9) Meningkatkan kolaborasi

 

Hmm.. ternyata banyak juga manfaat yang bisa didapat dengan aktivitas team building. Tapi jangan salah, ternyata tidak semua aktivitas team building bisa mendatangkan sederet manfaat di atas. Bahkan salah-salah, aktivitas team building hanya berakhir dengan tersia-siakannya investasi mahal yang telah digelontorkan oleh perusahaan. Seperti misalnya yang dituliskan dalam artikel berjudul Stop Wasting Money on Team Building keluaran Harvard Business Review di tahun 2018. Sebuah aktivitas team building nyatanya dapat berujung pada dampak-dampak negatif seperti memburuknya komunikasi, semakin besarnya konflik dan pada akhirnya bubarnya sebuah tim. Wuiihhh…. ngeri juga ya!

Untuk itu sangat penting untuk kita cermati, apa saja hal-hal penting yang harus kita perhatikan dalam rangka memastikan investasi team building bisa berujung pada tercapainya tujuan dan berseminya manfaat-manfaat positif di belakangnya.

 

 1) Rumuskan tujuan beserta indikator dengan jelas

“Kita tak akan bisa sampai ke mana pun ketika kita tidak tahu kemana kita hendak menuju.” Kurang lebih kalimat di atas menggambarkan pentingnya penetapan tujuan secara jelas dalam memulai langkah melakukan aktivitas team building.

Identifikasi seperti apa kondisi di dalam tim saat ini, baik berupa pola interaksi, pola komunikasi, konflik yang tengah terjadi (jika ada), dan seterusnya.

Selanjutnya, lanjutkan dengan mengidentifikasi kondisi yang ingin dicapai melalui aktivitas team building yang akan Anda lakukan. Tetapkan pula indikator keberhasilan apa yang ingin dicapai sehingga setelah rangkaian aktivitas selesai, akan mudah bagi Anda dalam mengukur seberapa berhasil aktivitas team building yang telah dilakukan.

 

 2) Susun rancangan yang sesuai.

Setelah menetapkan tujuan dan indikator keberhasilannya, lanjutkan dengan menyusun rancangan yang bisa secara efektif menyasar pada tujuan tersebut. Istilahnya, jika yang ingin diobati adalah sakit kepala, maka obatnya pastikan obat untuk sakit kepala, bukan sakit perut. Jika katakanlah tujuannya adalah peningkatan komunikasi, maka pastikan bahwa rancangan aktivitas disusun untuk bisa mendorong dan meningkatkan komunikasi.

 

Lalu jika ternyata ada sejumlah hal yang ingin Anda sasar, pastikan Anda telah memiliki prioritas yang jelas (kembali ke poin 1). Sepakati dan pegang dengan jelas mana yang menjadi prioritas utama, dan mana yang sifatnya nice to have untuk dicapai.

 

 3) Kenali dan optimalkan sumberdaya

“Everything is possible, is only the matter of how.” Pada prinsipnya segala sesuatu adalah mungkin, tinggal masalah bagaimana cara untuk melakukannya. Kadangkala kita berada pada situasi dimana kita menginginkan sejumlah hal yang rasanya sulit untuk kita bisa penuhi karena sejumlah keterbatasan yang kita miliki. Keterbatasan waktu, keahlian, fasilitas, anggaran, dan lain-lain.

 

Untuk menyiasati hal ini, ada dua hal yang bisa Anda tempuh. Yang pertama adalah, Anda bisa mengoptimalkan segala sumberdaya yang Anda dan organisasi miliki untuk mewujudkan rancangan Anda. Caranya? “Make everything in very minimum way yet still can be acceptable.” Ya, buat segala sesuatunya seminim (sumberdaya) mungkin, namun tetap bisa menyasar pada apa yang ingin Anda capai. Meski… hal ini sangat menantang untuk bisa dilakukan. Hmm…

 

Lalu yang kedua, Anda bisa menggandeng penyedia jasa dari luar organisasi Anda. Carilah penyedia jasa yang berpengalaman dan berfokus pada tercapainya impact yang ingin Anda capai. Hal ini jauh lebih mudah, karena mereka bisa membantu Anda bahkan dari langkah pertama, yakni perumusan tujuan dan indikator keberhasilan. Di sisi lain, penyedia jasa dari luar organisasi juga dapat memberikan sentuhan baru kepada organisasi Anda.

 

 4) Evaluasi efektivitas

Setelah rangkaian aktivitas team building selesai, lanjutkan dengan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan mengacu pada tujuan dan indikator yang telah Anda tetapkan di awal. Apa yang dievaluasi? Hal ini bisa sangat beragam tergantung dari masing-masing program. Mulai dari kadar perubahan intensi, munculnya perilaku tertentu, dan seterusnya.

 

 5) Lakukan tindak lanjut

Perlu diingat bahwa aktivitas team building bukanlah semacam sihir yang bisa berlaku abadi. Maka penting bagi Anda untuk ‘membawa pulang’ setiap pembelajaran, setiap perilaku positif dan setiap energi baru yang telah muncul ke dalam keseharian tim Anda. Anda bisa membuat sejumlah hal-hal kecil sebagai pengingat dan pemicu tim Anda untuk kembali memunculkan hal-hal baik yang telah muncul saat aktivitas team building. Seperti misalnya seremoni yel-yel pagi hari, pemutaran lagu tertentu di jam-jam tertentu, pemberian apresiasi di grup setiap seminggu sekali, dan seterusnya.

Nah, itulah tadi secuplik seluk beluk tentang team building. Semoga sebagai leader, Anda dapat menjadi sosok yang mampu membangun formasi tim Anda dengan efektif, serta mampu menghadirkan aktivitas team building yang efektif untuk tim Anda.

Anda sudah siap?

Mari terus bertumbuh, Salam SuksesMulia!

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends