fbpx

Kubik Leadership

Ayo Cegah dan Atasi Burnout

big isolated young woman work table laptop depressed trying problem solving cartoon character vector illustration 1150 39732 scaled

Coba pejamkan mata Anda sejenak dan tanyakan kepada diri Anda: 

  • Pernahkah Anda merasa lelah dan kehabisan energi ketika melakukan sebuah pekerjaan? 
  • Apakah kinerja Anda menurun dan tidak membuahkan hasil yang memuaskan? 
  • Apakah Anda tidak lagi menikmati pekerjaan dan memandang hal di sekitar Anda dengan pesimis? 

Jika Anda mengalami ketiga hal ini di saat yang bersamaan, bisa jadi yang Anda alami adalah burnout.

Burnout adalah sebuah kondisi yang terjadi ketika seseorang terpapar stres secara berkepanjangan dalam pekerjaannya. Menurut WHO, ketika seseorang sedang mengalami burnout, maka ia akan merasakan kelelahan dan kekurangan energi, muncul perasaan negatif terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja, dan mengalami penurunan efektivitas kerja. Semua orang dapat mengalami burnout, namun siapa saja yang paling rentan terhadap burnout? Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa karyawan yang lebih muda lebih banyak mengalami burnout (Brewer & Shapard, 2004).

Dilihat dari segi individu, burnout dapat berdampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Menurut penelitian, burnout ditemukan memiliki hubungan dengan insomnia, depresi, dan kecemasan. Burnout juga ditemukan dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, diabetes tipe 2, masalah jantung dan pembuluh darah, bahkan hingga kematian (Lubbadeh, 2020). Tidak hanya itu, dilihat dari sisi perusahaan pun, burnout dapat membawa dampak buruk bagi perusahaan. Sebuah survei dari Gallup menemukan bahwa karyawan yang mengalami burnout 63% lebih mungkin untuk mengambil cuti sakit dan 2.6 kali lebih mungkin untuk mencari pekerjaan baru. Produktivitas karyawan tentu akan menurun, dan target menjadi tidak tercapai.

Namun, jangan khawatir terlebih dahulu. Burnout dapat dicegah, dan beberapa penelitian telah menemukan beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi burnout pada level individu. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  1. Kenali diri Anda

Semua dimiuai dari diri Anda sendiri. Dengan mengetahui diri sendiri, Anda akan mengetahui hal apa yang kemungkinan dapat menyebabkan Anda mengalami burnout. Bisa jadi hal yang menyebabkan burnout adalah ekspektasi Anda yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri, ataupun standar diri yang terlalu tinggi. Jika Anda mengetahui hal ini, Anda kemudian dapat mengubah cara berpikir Anda dan menghilangkan salah satu sumber burnout.

  1. Ubah pola kerja Anda

Bisa jadi Anda bekerja terlalu keras sehingga mengalami burnout. Coba untuk beristirahat sejenak. Jika tidak mungkin bagi Anda untuk mengurangi jumlah pekerjaan, Anda dapat mencoba untuk mengatur dan menyeimbangkan jumlahnya agar Anda tidak kewalahan melakukan terlalu banyak pekerjaan dalam satu waktu. Skala prioritas dapat membantu anda dalam hal ini. 

  1. Relaksasi

Relaksasi dapat mengurangi stres yang anda rasakan dalam bekerja, yang juga akan mengurangi kemungkinan Anda mengalami burnout. Ngobrol bersama teman, meluangkan waktu dengan keluarga, atau melakukan hobi. Anda dapat melakukan berbagai hal yang Anda sukai untuk berelaksasi.

  1. Buat gratitude journal

Hal ini cukup mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu menuliskan tiga hal baik yang terjadi hari ini. Hal yang dituliskan pun tidak harus yang spektakuler, Anda dapat menulis hal kecil yang menurut Anda sudah baik. Hal ini akan membantu Anda untuk melihat dunia sekitar menjadi lebih positif.

Setelah melihat bagaimana burnout dapat memengaruhi hidup kita, tentu Anda tidak mau mengalami burnout, bukan? Mari kita jaga diri kita agar tidak terjerumus ke dalam fase burnout.

 

Referensi

Brewer, E. W., & Shapard, L. (2004). Employee burnout: A meta-analysis of the relationship between age or years of experience. Human Resource Development Review, 3(2), 102–123. https://doi.org/10.1177/1534484304263335

Fessell, D., & Cherniss, C. (2020). Coronavirus disease 2019 (covid-19) and beyond: Micropractices for burnout prevention and emotional wellness. Journal of the American College of Radiology, 17(6), 746–748. https://doi.org/10.1016/j.jacr.2020.03.013

Lubbadeh, T. (2020). Job burnout: A general literature review. International Review of Management and Marketing, 10(3), 7–15. https://doi.org/10.32479/irmm.9398

https://www.gallup.com/workplace/237059/employee-burnout-part-main-causes.aspx

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/burnout/art-20046642

https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases

 



Leave a Reply

− 3 = 4

Open chat
1
Salam SuksesMulia,

Terima kasih telah mengunjungi Kubik Leadership - HR partners specializing in Leadership and Personal Development.

Ada yang bisa kami bantu untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda?

klik icon whatsapp dibawah ini.