Kubik Leadership / Lead for Impact

Dampak dari Covid-19 sudah mulai terasa. Kegiatan bisnis yang melesu, pemasukan pajak pemerintah yang dibawah target, dan banyaknya bisnis yang bangkrut. Tekanan hidup akibat krisis yang kemudian bermetamorfosis menjadi new normal saat ini, barulah pendahuluan. Dugaan saya, tekanan hidup khususnya tekanan ekonomi akan mulai sangat dirasakan oleh banyak orang pada bulan Agustus atau September 2020.

Dari survey yang dilakukan American Psychological Association baru-baru ini, ternyata ditemukan bahwa 7 dari 10 pekerja melaporkan masa ini sebagai masa paling stres dalam kehidupan profesional karir mereka. Meski ini terjadi di Amerika, bisa kita jadikan “alarm” dalam kehidupan keseharian kita di Indonesia.

Stres jarang disadari oleh seseorang. Banyak orang yang sebenarnya stress tetapi ia merasa baik-baik saja.  Kita perlu tahu gejala sederhana seseorang yang mengalami stress agar tidak menjadi penderita namun tidak sadar bahwa kita  adalah penderita.

Gejala stres yang mudah dikenali, secara fisik: sakit kepala, sakit perut, kelelahan, dan gangguan tidur. Sementara secara kognitif, gejala stress adalah : sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Sedangkan secara emosi, saat kita stres ditandai dengan : mudah tersinggung dan cepat merasa terluka. Apakah gejala-gejala tersebut ada dalam diri Anda?

Stress dan depresi datang kepada siapapun yang tidak siap dan tidak mampu mengelolanya. Tidak perlu heran bila ada orang yang popular, bergelimang harta bahkan sering menghibur orang, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Tentu Anda tahu bagaimana Robin Williams, seorang aktor yang luar biasa hebatnya mengakhiri hidupnya, bukan?

Contoh lain, Narinder Kumar seorang yang sangat cerdas, sejak ia sekolah hingga kuliah di IIT Madras dan University of California selalu menjadi mahasiswa yang berprestasi. Karena kecerdasannya, ia mudah mencari pekerjaan bahkan karirnya tergolong cepat melesat di negeri Paman Sam. Dan apa yang terjadi? Lelaki cerdas ini bunuh diri setelah sebelumnya menembak isteri dan anak-anaknya.

Institut Psikologi Klinis California mempelajari kasusnya dan menemukan fakta bahwa Narinder Kumar tidak mampu mengelola tekanan hidupnya akibat ia di PHK dari perusahaannya dan tidak mampu mengangsur pinjaman di lembaga keuangan di negaranya. Ia tidak mampu mengelola stress, meski ia cerdas.

Stres itu manusiawi namun tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Saya pun pernah mengalaminya namun saya tidak menyadarinya. Ketika itu, saat bertemu orang, banyak diantara mereka yang mengatakan “mas Jamil terlihat lelah” atau ada yang berucap “Pak Jamil kurang tidur ya?” yang lebih menyedihkan ada yang berkata “Kek Jamil lagi sakit apa?”

Banyaknya pertanyaan negatif yang tertuju kepada saya membuat saya berpikir “jangan-jangan saya ini stress, tetapi tidak tahu bahwa saya stress.” Akhirnya saya memutuskan datang ke tempat praktek salah satu trainer Kubik Leadership yang juga seorang psikolog berpengalaman, mbak Angesty Putri (kami membanggilnya mbak Anes). Setelah kami diskusi dan melakukan beberapa aktifitas, diketahuilah bahwa ternyata saya sedang mengalami stress yang sangat berat.

Mbak Anes kemudian mengajukan beberapa pertanyaan dan penugasan kepada saya. Setelah semua pertanyaan dari mbak Anes saya jawab dan penugasan dari beliau saya kerjakan, saya merasa hidup saya menjadi berbeda. Saya merasa lebih bahagia, saya merasa lebih plong, saya merasa lebih enjoy, saya lebih mindfulness dalam setiap aktifitas.

Dan yang lebih menyenangkan, saat bertemu dengan banyak orang, mereka berkomentar “mas Jamil tampak lebih muda, apa rahasianya mas?” Ada juga yang memuji “babe Jamil lebih segar, olah raganya apa be?” Dan banyak komentar positif lainnya yang datangnya silih berganti.

Mbak Anes, Psikolog jebolan Universitas Indonesia (UI) ini, memang telah teruji menangani berbagai kasus termasuk menangani orang-orang yang stress. Dari yang tidak sadar bahwa dirinya stress sampai kepada orang yang stress tingkat akut.

Insya Allah, hari Rabu 17 Juni 2020 saya akan ikut kelas webinar beliau Acclimate Your Stress Management Style Facing The New Normal supaya saya punya keahlian baru: “Mengelola Stres”. Satu keahlian yang wajib dimiliki siapapun di era penuh tekanan seperti saat ini.

Yang ingin bergabung dan belajar dengan Mbak Anes bersama-sama dengan saya silakan daftar ke http://bit.ly/KUBIKLIN atau hubungi 082-111-999-022. Yuks juahi stres agar hidup kita semakin fresh dan daya tahan tubuh semakin prima. Mau?

 

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

CEO Kubik Leadership