Kubik Leadership / Lead for Impact

“Leadership Communication”; Menghadirkan Ketenangan ditengah Tantangan

Semenjak pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan Social Distancing, banyak perusahaan harus rela karyawannya bekerja dari rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, jadi WFH (Work From Home) aja. #dirumahaja

Terus gimana cara kita sebagai pemimpin untuk selalu terhubung dengan team kita?

Kita kan perlu memberikan instruksi, diskusi, memantau pekerjaan dan lain sebagainya.

Tenang.

Saat ini banyak sekali cara untuk kita selalu terhubung. Banyak aplikasi yang bisa kita gunakan, dari mulai yang simple seperti Whatsapp sampai yang banyak digunakan untuk meeting seperti Zoom.

Aplikasi-aplikasi ini sangat membantu untuk kita terhubung dengan tim kita.

Nah, saat ini saya ingin bertanya.

Apakah anda senang saat team anda selalu siap terhubung melalui aplikasi?

Pertanyaan selanjutanya.

Apakah team anda senang saat anda hubungi melalui aplikasi?

Banyak dari kita, sebagai pemimpin hanya fokus pada “Being Connected” kepada team kita. Selama dia respon pesan kita, wajahnya terlihat di video, kita merasa senang. Padahal kita tidak tau apa yang dirasakan oleh team kita di rumahnya.

Inilah yang terkadang kita lupakan. Kita lupa kalau kita juga perlu membangun “Feeling Connected”.

Disaat seperti ini, setiap orang tidak hanya ingin dikejar target tapi juga perlu untuk dipahami, didengarkan, diberikan semangat dan hal positif lainnya.

Ini adalah ujian untuk kemampuan “Leadership Communication” kita. Apakah kita hanya memberikan tantangan, atau juga bisa menghadirkan ketenangan. Saat WFH seperti ini, kita harus mampu mengelola produktifitas dan emosi team secara bersamaan.

Lalu bagaimana caranya?

1. Buka komunikasi dengan info menyenangkan

Saat ini setiap orang sudah merasa jengah dengan informasi yang menakutkan tentang virus Covid -19. Informasi itu berseliweran tidak hanya di portal berita tapi juga di social media. Informasi seperti ini membuat orang tanpa sadar menjadi lebih gelisah. Maka, jadilah oase ditengah kejengahan mereka dengan datang membawa informasi yang menyenangkan. Info itu tidak harus terkait dengan pekerjaan. Bisa jadi tentang harga murah di market place, refrensi makanan enak yang bisa di coba lewat go-food, atau cerita menyenangkan apapun. Hadirkan tawa ringan di pagi hari, agar serotonin meningkat dan kita menjadi bahagia.

 

2. Sampaikan instruksi dengan spesifik dan mudah dipahami

Walaupun kita terhubung dengan team melalui aplikasi, namun kita perlu sadari bahwa kita tidak berada di satu tempat. Jika ini belum menjadi kebiasaan team anda, berarti perlu ada transisi. Dan saat transisi berarti kita perlu sadar bahwa kesiapan merekapun belum 100%. Sehingga kita perlu support mereka dengan memberikan tugas yang spesifik. Jadi saat anda memberikan tugas mulailah dengan satu tugas utama beserta target dan batas waktunya. Hal ini bertujuan agar team fokus pada apa yang harus dilakukan. Dan kita sebagai pemimpin bertugas menentukan prioritas tugas mana dulu yang harus dikerjakan oleh team kita.

“Loh!!! Dulu team saya sudah biasa kok menenetukan prioritas.”

Iya. Namun pastikan dulu apakah mereka sudah siap dengan gaya kerja saat ini. Jika tidak mari kita relakan agar kita yang menentukan prioritas dan mereka fokus pada pelaksanaan tugas.

Dan pastikan gunakan Bahasa yang mudah dipahami agar tugas yang anda berikan bisa langsung tereksekusi.

 

3. Pahami kebutuhan dan berikan dukungan

Jadilah pemimpin yang tidak hanya ingin dilayani tetapi juga mampu memahami. Disaat kita kerja berjauhan seperti ini, banyak cara untuk team mencari alasan untuk sedikit menjauh dari kita. Kenapa orang menjauh, biasanya mereka mencari kenyamanan. Jika mereka menjauh karena mencari kenyamanan berarti dia tidak nyaman dengan kita. Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus memberikan nilai tambah pada mereka. Nilai tambah seorang pemimpin adalah bermanfaat bagi teamnya. Agar Anda bermanfaat gunakan kepekaan Anda untuk melihat apa kebutuhan team Anda dalam menyelesaikan tugas. Jika Anda sudah mengetahuinya, langsung tunjukkan wujud perilaku dukungan Anda. Hal ini penting agar team merasa bahwa bukan hanya mereka yang bekerja, tetapi kita semua bersama-sama.

Semoga kita mampu meningkatkan produktifitas dan ketenangan team kita. Agar kita mampu bertahan dan bahkan melakukan percepatan.

Selamat bertumbuh, Salam SuksesMulia!

Warsono Hadi Mulyono

Personal Quality Trainer