Kubik Leadership / Lead for Impact

Hai pemimpin, apa kabar Anda hari ini?

Semoga Anda beserta keluarga, tim atau organisasi yang Anda pimpin berada dalam keadaan baik dan siap untuk menjalani tantangan dan menangkap peluang yang ada di hadapan kita saat ini.

Bicara situasi yang terjadi saat ini, tak sedikit tim dan organisasi yang terdampak. Baik secara proses kerja, maupun bisnis secara keseluruhan. Bagi sebagian perusahaan, dilakukan peralihan tempat dalam melakukan proses kerja. Dari yang tadinya bekerja di kantor, kini berubah menjadi bekerja di rumah (work from home / WFH). Namun dengan catatan, proses ini berlaku pada bidang kerja yang memang dimungkinkan untuk diubah menjadi WFH. Pada sebagian bidang kerja yang lain, mau tidak mau tetap harus bekerja seperti biasanya (as usual).

Pola kerja WFH bisa menjadi sesuatu yang biasa saja bagi Anda yang terbiasa melakukannya. Namun bagi Anda yang belum terbiasa melakukanya, situasi ini bisa menjadi sesuatu yang menantang. Jangankan bicara tentang bagaimana memastikan produktivitas tim dan organisasi Anda, bahkan sebagian dari Anda bisa jadi masih berada dalam tahap mencari formula terbaik untuk menggerakkan tim secara mandiri, meski dalam ruang kerja yang kini berpindah ke rumah. Sehingga, pada situasi ini peran Anda untuk menjalankan sebuah proses bernama team coaching sangatlah diperlukan.

Apa itu team coaching? Team coaching adalah sebuah proses yang bertujuan memfasilitasi tim memaksimalkan kinerjanya dalam rangka mencapai tujuan bersama (target kerja tim dan tujuan organisasi)

Lalu selain kategori WFH dan kategori bekerja as usual, ada pula kategori lainnya. Ia adalah kategori dimana WFH tidak mungkin dilakukan, apalagi kerja as usual. Maka bagi mereka, tak sedikit perusahaan yang kemudian memilih menggunakan situasi ini menjadi masa pengembangan, alias time to develop. Dengan catatan, cost wise menjadi salah satu acuan dalam prosesnya. Melihat hal ini, maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan para pemimpin untuk menjalankan proses development tersebut. Diantaranya adalah dengan menjalankan peran sebagai coach yang bertugas memfasilitasi pengembangan kompetensi seluruh anggota tim yang dipimpinnya. Atau dengan kata lain, pemimpin menjalankan proses group coaching bagi timnya.

Lebih lanjut jika kita telaah lebih dalam terkait dengan proses team coaching dan group coaching, ternyata selain dampak final berupa tercapainya tingkat produktivitas yang diharapkan, dan terjadinya peningkatan kompetensi, terdapat pula manfaat-manfaat lain yang bisa didapatkan. Manfaat-manfaat tersebut sesungguhnya sangatlah penting untuk bisa kita hadirkan, dalam rangka meningkatkan setiap individu dan juga tim secara keseluruhan. Diantaranya adalah seperti delapan manfaat yang dimuat dalam International Journal of Evidence Based Coaching and Mentoring tahun 2014, yang berjudul The Group Coaching Conundrum. Dan pada kesempatan kali ini, saya akan menjabarkan secara singkat tiga manfaat diantaranya.

1. Menjadi media untuk meluapkan emosi (katarsis) dan pembersihan emosi (cleansing emotion).

Dalam konteks grup (bukan individual one-on-one), dinamika proses yang terjadi dapat memungkinkan coachee untuk mengungkapkan emosi yang selama ini dipendamnya, baik itu emosi positif dan juga negatif. Pada emosi negatif, meluapkan emosi yang selama ini dipendam juga dapat menjadi sarana untuk melepaskan dan membersihkan diri dari ‘beban emosi’ yang selama ini (baik disadari maupun tidak) menghambat perkembangan dan juga produktivitas coachee.

Namun sangat penting bagi seorang coach untuk mengawal proses katarsis maupun cleansing emotion ini secara tepat. Karena salah-salah yang terjadi justru semakin besarnya beban emosi yang dirasakan coachee, atau bahkan terjadinya konflik jika ternyata hal yang diluapkan terkait dengan tim Anda sendiri.

2. Merasa tidak sendirian.

Adakalanya seorang coachee merasakan hal-hal yang membuatnya merasa sulit, dan bahkan tidak mungkin untuk bisa berkembang. Baik karena adanya masalah tertentu, mindset tertentu, dan lain-lain. Dalam konteks grup, setiap coachee akan saling mendapatkan informasi akan apa yang tengah terjadi dan dialami oleh coachee lainnya. Dan tak jarang dalam proses ini coachee kemudian akan mendapatkan sebuah kesadaran bahwa sesungguhnya orang lain pun tengah mengalami hal yang sama. Walaupun bisa jadi detil masalah yang dialaminya berbeda. hal inilah yang kemudian menumbuhkan rasa “Saya tidak sendirian”. Dan rasa tidak sendirian ini merupakan modal yang baik bagi coachee untuk meningkatkan semangat dan kepercayaan diri dalam proses development yang tengah ia jalani.

3. Belajar dari apa yang dialami oleh orang lain.

Untuk tahu bahwa terbakar itu panas tak perlu kita mencoba membakar anggota tubuh kita. Melainkan cukup dengan kita melihat ketika hal tersebut terjadi pada orang lain. Sama halnya dengan pembelajaran lainnya. Tentang bagaimana seseorang bisa berhasil melakukan sesuatu, menghadapi sesuatu, gagal akan sesuatu, dan sebagainya. Dalam proses grup, belajar dari apa yang dialami orang lain ini sangat bisa terjadi. Dampaknya, rute menuju perkembangan diri bisa ditempuh dengan potensi keberhasilan yang lebih tinggi, dan sekaligus potensi kegagalan yang lebih rendah. Dan hal tersebut didapatkan tanpa menghilangkan unsur pembelajaran, bahkan atas kegagalan.

Nah itulah tadi penjabaran singkat terkait tiga dari delapan manfaat lain yang bisa didapat ketika kita sebagai pemimpin mampu menjalankan proses coaching dalam konteks grup (group coaching maupun team coaching) dengan optimal. Dan saya yakin, ketika kita eksplorasi lebih jauh, dan secara langsung memperbanyak praktek proses coaching dalam konteks grup dengan optimal, akan muncul lebih banyak lagi manfaat-manfaat lainnya. Manfaat yang dapat menghadirkan aha moment dan tipping point bagi coachee dan bahkan diri kita sebagai coach.

Lantas pertanyannya, sebagai pemimpin apa yang harus saya lakukan untuk bisa menjalankan proses coaching dalam konteks grup dengan maksimal? Apa yang harus saya miliki dan saya kuasai agar bisa mendapatkan beragam manfaat dari proses tersebut? Cukupkah bekal saya yang saya miliki saat ini?

Kabar baik bagi Anda para pemimpin yang memiliki pertanyaan-pertanyaan di atas, karena pada hari jumat tanggal 27 Maret 2020 nanti, Kubik Leadership akan membuka kelas Webinar GRATIS bertajuk IMPACTFUL GROUP COACHING: Authentic Way in Facilitating Group & Team Coaching. Dengan dipandu oleh Coach Ferlita Sari, Executive Coach Kubik Leadership.

Sampai bertemu! Salam bertumbuh, salam SuksesMulia!