Kubik Leadership / Lead for Impact

 

Beberapa hari yang lalu WHO menyatakan bahwa COVID-19 resmi menjadi pandemik global. Pasalnya, tak sedikit negara yang tertular oleh virus yang memiliki bentuk seperti matahari, atau korona ini. Termasuk diantaranya adalah negara kita, Indonesia. Perlahan namun pasti, angka PDP (Pasien Dalam Pengawasan) meningkat. Meski terdapat pasien yang dinyatakan sembuh dari virus ini, namun di sisi lain terdapat pula pasien yang mengalami kematian.

Atas situasi yang terjadi, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah yang dianggap perlu dalam rangka menekan angka outbreak virus ini. Dirumahkannya pegawai, ditutupnya sekolah untuk dialihkan belajar di rumah, pemberhentian sementara aturan ganjil-genap, pembatasan layanan di sejumlah angkutan transportasi umum, dan lain sebagainya.

Pun di sektor swasta, masing-masing perusahaan membuat sejumlah kebijakan untuk menyasar tujuan yang sama. Menimimalisir interaksi langsung dalam rangka melandaikan peluang tingginya kurva outbreak yang bisa terjadi.

Ya, inilah fakta hari ini yang mau tidak mau dihadapi oleh setiap orang, termasuk kita para pemimpin. Maka selanjutnya, selain mengambil sikap yang kurang lebih sama yakni menciptakan social distance, apa hal yang sesungguhnya bisa kita hasilkan dari situasi ini?

 

Half empty or half full?

Setiap hal yang terjadi sesungguhnya membawa dua hal, layaknya dua sisi dari keeping mata uang. Jika pada satu sisi COVID-19 bahkan berdampak ‘mematikan’ bisnis yang sebagian dari kita lakukan, maka di saat yang sama ia mendatangkan peluang yang luar biasa exponential bagi sebagian sisanya. Sebut saja bisnis masker, bisnis hand sanitizer, bisnis minuman berbahan rempah, dan seterusnya. Permintaan yang tiba-tiba melonjak tinggi yang kemudian berdampak pada kenaikan harga yang tak kalah tingginya.

Wah… itu sih namanya untung pada sebagian orang dan sebagian bisnis saja dong? Dimana dua sisinya?

“Opportunity comes to them who intentionally and actively search for it!”.  Yang kurang lebih artinya adalah, peluang itu ya memang musti diniatkan dicari, dan tidak hanya sebatas niat, melainkan betul-betul dilakukan aksi mencari. Kalau hanya menunggu, ya bahkan bisa jadi peluang itu sudah datang, sudah duduk manis di hadapan kita, tapi kita lalai untuk melihatnya.

Lantas apa saja hal-hal yang perlu kita perhatikan agar kita bisa tepat dalam mencari, sekaligus juga bisa ngeh ketika kesempatan itu ada di hadapan kita?

  1. Analisa pintu yang tertutup, dan temukan celah untuk menghadirkan pintu yang terbuka.

Dari situasi yang dihasilkan oleh COVID-19 ini, apa saja hal-hal yang mendapatkan imbas penurunan atau hilang sama sekali? Perhatikan dan analisa unsur yang menjadikan hal tersebut (layanan, proses kerja, mekanisme, dst) terdampak. Kemudian, kenali dan analisa unsur yang menjadi kontranya. Unsur yang justru pada situasi seperti ini dicari, dibutuhkan dan bahkan wajib ada.

Sebagai contoh misalnya proses jual beli di pasar off-line dan pengajaran berbasis kelas tatap muka (off-line). Dua hal tersebut kini dikurangi bahkan ditutup karena adanya unsur social-contact di proses bertemu pada media off-line.

Maka perhatikan, jika unsur yang dihindari adalah off-line, maka unsur yang menjadi kontranya, atau unsur yang bisa jadi kini dibutuhkan adalah on-line. Maka bagi para penjual yang saat ini masih lebih menggantungkan proses jual belinya pada proses off-line, atau lembaga pendidikan yang masih lebih menggantungkan proses belajar-mengajarnya dengan proses off-line, peluang yang muncul dari situasi ini adalah shifting ke proses berbasis on-line. Jual beli berbasis on-line, dan juga proses belajar mengajar berbasis on-line misalnya.

 

  1. Jeli dan sadar prioritas

Setelah melakukan analisa apa saja peluang yang muncul dari situasi yang terjadi, maka tahap selanjutnya adalah menindaklanjuti peluang tersebut. Namun sebelum itu, sebagai pemimpin, penting bagi Anda untuk menelaah segala kemungkinan yang bisa terjadi ke depannya. Termasuk seperti apa kira-kira proses yang akan dijalani. Serta seberapa tindaklanjut tersebut membutuhkan sumberdaya yang pada saat ini juga tengah kita hemat.

Jika sudah, urutkanlah setiap peluang tersebut dalam skala prioritas. Dengan melakukan hal ini, Anda akan lebih mudah dalam memilah dan menindaklanjuti peluang yang berada pada prioritas tertinggi. Mana yang paling tepat, paling mudah, dan sekaligus paling berpeluang untuk berdampak tinggi bagi tim dan organisasi Anda.

 

  1. Berinovasilah, namun tetap disiplin

Setelah menetapkan peluang apa saja yang Anda dan tim akan tindaklanjuti, maka tahap selanjutnya adalah make it happen! Untuk mewujudkan hal tersebut, ciptakanlah inovasi-inovasi untuk menghasilkan nilai tambah. Namun perlu untuk diingat, bahwa inovasi adalah proses kreatif yang juga menerapkan kedisiplinan di satu sisinya. Seperti yang pernah kita pelajari pada artikel berjudul Hai Pemimpin, Mari Hidupkan Budaya Inovasi! Misalnya, dengan menempatkan orang yang kompeten pada proyek atau tugas yang dijalaninya, dan melakukan eksperimentasi dengan adanya perencanaan.

 

  1. Dapatkan pembelajaran untuk pertumbuhan

Setelah melalui tiga proses di atas, bisa jadi Anda dan tim/organisasi akan meraih keberhasilan, dan bisa juga kegagalan. Namun meski Anda gagal sekalipun, akan selalu ada pembelajaran yang bisa Anda dan tim/organisasi dapatkan. Temukan pembelajaran itu, dan jadikan hal tersebut sebagai feeding untuk Anda dan tim/organisasi terus bertumbuh dan melesat.

Juga jika yang Anda dan tim/organisasi dapatkan adalah keberhasilan. Temukanlah pembelajaran berupa unsur-unsur yang bisa mendukung keberhasilan. Mana unsur yang bisa langsung digunakan kembali oleh tim Anda dan tim lain, mana unsur yang sifatnya perlu disesuaikan dengan tim masing-masing, dan seterusnya.

 

Nah, itulah tadi empat hal yang Anda sebagai pemimpin bisa lakukan untuk menjadikan situasi yang sulit dan menantang ini sebagai situasi yang bergelimang peluang dan pembelajaran.

So, let’s do all those four things right away, and hope God will guide us along the way!

Salam bertumbuh, salam SuksesMulia!