Kubik Leadership / Lead for Impact

Persistence and resilience only come from having been given the chance to work through difficult problems.

Gever Tulley

Salah satu hal positif yang dapat dihadirkan oleh situasi hari ini adalah kesempatan untuk bisa menjadi sosok yang lebih tangguh dari sebelumnya. Atas beragam perubahan, atas beragam masalah, dan bahkan beragam terpaan kesulitan yang mungkin membuat kita terjatuh tanpa sempat mengambil ancang-ancang sebelumnya.

Ya, nyatanya beragam tantangan dan kesulitan yang hadir di dalam kehidupan kita hari ini tak luput untuk menghadirkan peluang yang sangat baik, yakni peluang untuk menjadi pribadi yang tangguh, tahan banting, dan mampu untuk bangkit dari kejadian-kejadian buruk yang kita alami. Singkatnya, hal-hal tersebut dapat dapat terwakili oleh satu kata, yaitu resilien.

Bicara tentang resilien, pada faktanya untuk bisa menjadi sosok yang resilien bukanlah perkara yang mudah. Ditambah, sebagai seorang pemimpin, kita pun memiliki amanah berupa tim yang kita pimpin. Maka menjadi tak kalah pentingnya bagi kita untuk juga menggerakkan tim kita secara efektif sehingga resiliensi pun menjadi hal yang melekat dengan tim kita.

Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan resiliensi pada tim? Serta, apa yang perlu kita lakukan sebagai pemimpin untuk bisa mewujudkan resiliensi tim pada tim kerja yang kita pimpin?

 

Team Resilience

Terdapat sejumlah referensi yang bisa kita jadikan rujukan ketika membahas tentang apa sih yang dimaksud dengan resiliensi tim. Dan dari sejumlah referensi yang ada, dua diantaranya yang bisa kita tengok mengutip dari hasil riset berjudul RESEARCH REPORT TEAM RESILIENCE: An Exploratory Study on The Qualities That Enable Resilience in Teams adalah berikut ini;

  Bagaimana Mengevaluasi Proses People Development?

Team resilience has been described as a team’s capacity for positive adaptation (e.g. Sutcliffe & Vogus, 2003), which refers to a team’s collective potential to innovate and change to meet the demands of a difficult or novel situation.

Team resilience has also been conceptualized as a psychosocial process where positive adaptation occurs gradually and often requires numerous shifts of thought and ways of getting things done. These involve the mobilization of a variety of personal and social resources (Morgan, Fletcher & Sarkar, 2015).

Singkatnya, tim yang resilien adalah tim yang mampu untuk melakukan adaptasi secara positif, mampu melakukan penyesuaian yang diperlukan, dan mampu melakukan terobosan atas situasi dan kesulitan yang dialaminya. Sehingga, tim mampu untuk dapat menuntaskan apa-apa yang menjadi tujuan, target, dan atau sejumlah tanggung jawabnya.

Lebih lanjut dalam laporan riset tersebut juga ditampilkan sejumlah kualitas yang menunjukkan bahwa sebuah tim bisa disebut sebagai tim yang resilien. Keempat kualitas tersebut adalah:

  1. Team learning orientation
  2. Positive relationship within a team
  3. Clear sense of purpose
  4. Diversity within a team

Dalam kajian lebih lanjut, plus disertai beragam pengalaman riil yang dialami oleh para pemimpin di situasi kirisis ini, kami di Kubik menemukan bahwa terdapat lebih banyak hal yang menunjukkan kualitas tim yang resilien. Dan dari banyak hal tersebut, beberapa diantaranya kami lihat sangatlah kontekstual dengan kondisi pandemi saat ini.

Hal tersebut kemudian menggerakkan kami untuk mencari tahu apa-apa sajakah yang menjadi mula, menjadi input, atau menjadi sebab atas hasil berupa kualitas tim yang resilien tersebut. Utamanya pada kualitas resiliensi tim yang sangat kontekstual dengan kondisi dan kebutuhan saat ini.

  Cinta itu Tindakan

Lantas apa sajakah kualitas-kualitas yang sangat kontekstual dengan kebutuhan saat ini? Serta yang lebih penting, apa hal yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin terhadap timnya, dalam rangka menghasilkan kualitas-kualitas tim yang resilien tersebut?

Tak perlu menunggu lama, setelah sebelumnya kami hadir dengan sesi webinar bertajuk Make Opportunity Happen, sebagai rangkain solusi bertajuk Leading in Crisis Series: Becoming The Impactful Leader During Crisis, maka pada pekan ini, tepatnya hari Rabu tanggal 06 Mei 2020 pukul 08.30 – 11.30 kami akan kembali hadir dengan solusi berupa kelas webinar bertajuk Foster Resilience. Pada sesi ini, peserta akan belajar dan berlatih untuk bisa menjadi pemimpin yang mampu menumbuhsuburkan resiliensi pada tim yang dipimpinnya.

So, jika ini adalah jawaban atas tantangan yang hari ini Anda temui, yuk segera dan daftarkan diri Anda pada tautan bit.ly/WEBINARLIC atau hubungi kami di 082 111 999 022

Sampai berjumpa di kelas webinar, salam bertumbuh salam SuksesMulia!