Kubik Leadership / Lead for Impact

Without strategy, execution is aimless. Without execution, strategy is useless.”
(Morris Chang)

Setelah memasuki masa New Normal, salah satu pertanyaan besar yang perlu dijawab oleh para pemimpin organisasi adalah tentang apa dan bagaimana organisasinya yang dipimpinnya mampu bertahan dan melesat di masa yang oleh Klaus Schwab disebut dengan masa restart ini.

Ya, ibarat mengisi bahan bakar di pos pengisian bahan bakar, masa New Normal menghadirkan posisi ‘dimulai dari nol’ bagi banyak organisasi. Hal-hal yang sebelumnya memiliki nilai bagi pelanggan, boleh jadi kini berubah sepenuhnya dan beralih ke nilai yang baru. Atau yang terjadi bisa jadi berupa transformasi ‘kemasan’ akan nilai yang sama namun dalam wujud penyampaian yang berbeda dari sebelumnya.

Menyikapi hal ini, salah satu hal kunci yang sesungguhnya perlu dihadirkan oleh para pemimpin organisasi adalah penyesuaian, pembaruan, atau bahkan perubahan strategi dalam rangka bertahan dan melesat di masa New Normal. Bagaimana posisi dimulai dari nol yang boleh jadi sudah dicicil di fase awal pandemi lalu, kini bisa segera tancap gas namun tetap efektif di jalur strategi baru yang telah disiapkan.

Senada dengan hal ini, mengutip dari artikel keluaran mckinsey.com di tanggal 5 Mei 2020 lalu dengan judul The Restart: Eight actions CEOs can take to ensure a safe and successful relaunch of economic activity. disebutkan bahwa hal pertama yang perlu diambil oleh pemimpin tertinggi di organisasi adalah Creating a detailed re-launch map. Hal ini menjadi prioritas teratas tak lain karena ketika ketika berbicara tentang strategi, sesungguhnya kita tengah membicarakan perubahan ‘tatanan kehidupan’ dalam sebuah organisasi.

  Sang Bintang

“The crisis has shattered many of the assumptions and tools that business leaders rely on for decision-making, but for the restart, they will need to define a solid framework for action in a highly volatile environment.

The best approach is to develop a detailed re-launch map—country by country, site by site, segment by segment, customer by customer, and product by product—in order to prioritize recovery opportunities.

This map will guide production, supply chain, and marketing and sales efforts, and help determine a recovery timeline for each site. It will also enable business leaders to get a head start on reassessing investments and prospects for changing the geography of their value chains, for example through relocation of assets. It may be appropriate to freeze some planned or ongoing projects until the company has the capacity to reassess them.”

 

Strategy & Execution

Kata lain yang kerap disandingkan dengann kata strategi adalah kata eksekusi. Ya, karena faktanya kedua hal ini saling membutuhkan terkait satu sama lain. Strategi yang tepat tanpa eksekusi yang tepat, dapat berakhir dengan kegagalan. Pun sebaliknya, eksekusi yang luar biasa namun tanpa disertai strategi yang tepat pun bisa berujung sia-sia.

Maka penting bagi para pemimpin organisasi untuk juga memikirkan bagaimana strategi di masa New Normal yang telah diputuskannya itu bisa betul-betul mewujud dalam rangka semakin mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai organisasi di masa New Normal ini.

Lantas pertanyaannya, apa hal-hal yang perlu diketahui dan dicermati oleh para pemimpin organisasi sehingga pembaruan strategi di masa New Normal yang telah ditetapkannnya kemudian bisa dieksekusi dengan tepat?

  Team Building Training

Kabar baik bagi Anda para pemimpin organisasi yang memiliki concern di atas, pada tanggal 07 Juli 2020 nanti Kubik Leadership akan melakukan sesi webinar bertajuk Executive Briefing : “Executing Renewal Strategy To Win In The New Normal dengan pembicara Bapak Dr. Indrawan Nugroho, selaku Co Founder Kubik Leadership.

So, segera pesan seat untuk Anda pada tautan bit.ly/KUBIKLIN sampai jumpa di sesi Executive Briefing : “Executing Renewal Strategy To Win In The New Normal,
Salam bertumbuh, salam SuksesMulia!