Kubik Leadership / Lead for Impact

 

Saat ini, khususnya negara kita Indonesia tengah memasuki sebuah babak baru bernama New Normal. Sebuah fase yang menuntut kita untuk bisa menampilkan kebiasaan-kebiasaan baru yang pada fase sebelumnya kita telah bangun.

Berbicara tentang New Normal, ternyata ini bukanlah sesuatu yang mudah. Termasuk dalam ruang lingkup kepemimpinan dan korporasi. Situasi yang terus berubah dan dipenuhi beragam tantangan, tak ayal kemudian menghadirkan dampak kepada para karyawan dalam menjalani tugas dan tanggungjawabnya di fase New Normal ini.

Sebagai contoh diantaranya adalah hasil survey di Amerika yang dilakukan oleh Willis Towers Watson pada pertengahan April 2020. Dari survey yang dilakukan kepada lebih dari 200 pengusaha, ditemukan bahwa dua pertiga responden memprediksi bahwa karyawan di perusahaan mereka akan lebih tertekan selama tiga hingga enam bulan ke depan. Artinya, para karyawan tersebut bisa mengalami stress hingga hitungan bulan Oktober 2020 mendatang.

Temuan senada pun dihasilkan oleh jejak pendapat yang dilakukan oleh penyedia kesehatan mental Ginger, yang dimuat di Forbes. Bedanya, yang menjadi responden jejak pendapat ini adalah para karyawan di perusahaan. Hasilnya, lebih dari dua pertiga responden mengatakan pandemi ini telah mengakibatkan masa paling stres dalam karier mereka. Serta, 88% mengatakan mereka sudah sangat tertekan selama empat hingga enam minggu terakhir. Wooww!!!

Nah, lantas sebenarnya apa sih yang menjadi akar penyebab stress berkepanjangan para karyawan di atas?

Lalu, apa yang perlu kita lakukan sebagai seorang pemimpin dalam menyikapi temuan di atas?

 

What is stress & where does it come from?

Pada tingkat paling dasar, stres adalah respons tubuh kita terhadap tekanan dari suatu situasi atau peristiwa kehidupan. Apa yang menyebabkan stres dapat sangat bervariasi dari orang ke orang dan berbeda sesuai dengan keadaan sosial dan ekonomi kita, lingkungan tempat kita hidup dan susunan genetika kita. Namun demikian, ternyata ada sejumlah hal yang umumnya menjadi pemicu stress. Seperti yang saya kutip dari Center for Studies on Human Stress (CSHS). Dari kajian dan publikasi yang dilakukan oleh CSHS, terdapat empat hal yang termasuk di dalam pemicu yang dapat menghasilkan stress. Keempat pemicu tersebut adalah:

  1. NOVELTY:

Adalah situasi dimana ketika kita mengalami sesuatu yang baru.

  1. UNPREDICTABILITY:

Adalah situasi ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak terduga

  1. THREAT TO THE EGO:

Adalah munculnya sesuatu yang mengancam perasaan kita tentang diri kita sendiri.

  1. SENSE OF CONTROL:

Adalah saat dimana kita merasa memiliki sedikit kendali atas situasi yang terjadi.

Jika menilik secara singkat empat aitem di atas, bagi sebagian karyawan boleh jadi menemui keempatnya. Maka tak heran jika banyak karyawan mengalami stress, dan masih akan mengalaminya di bulan-bulan mendatang.

 

What leaders do?

Ketika membahas tentang stress, saya kerap mengibaratkannya seperti dua sisi dari keping mata uang. Di satu sisi stress bisa bisa menghasilkan efek negatif dan merusak, namun di sisi lain stress juga dapat memberikan efek positif dan menumbuhkan. Sebut saja diantaranya adalah efek memunculkan kreativitas, efek meningkatkan ketahanan diri, efek meningkatkan performa kerja, dan seterusnya.

Atau justru sebaliknya, bisa pula yang hadir adalah efek-efek yang negatif yang pada level tertentu dapat mempengaruhi kesehatan fisik, psikologis, performa kerja, dan hubungan kita dengan orang lain.

Maka hal penting yang perlu kita ketahui dan kuasai adalah ketrampilan dalam mengenali stress, dan kemudian menjadikannya sebagai amunisi kita untuk justru bangkit dan melesat tinggi meski di tengah situasi yang sulit. Seperti halnya situasi yang terjadi hari ini.

Bahkan bukan hanya diri kita, bagi kita yang menduduki peran sebagai pemimpin, salah satau peran kita adalah memfasilitasi para karyawan yang bekerja di perusahaan kita untuk dapat mengaplikasikan kemampuan yang sama. Karena maju atau jatuhnya sebuah perusahaan ditentukan tidak hanya oleh diri kita sendiri, melainkan juga oleh semua orang di dalam perusahaan.

Kabar baik bagi Anda, pada hari Rabu esok, tepatnya tanggal 17 Juni 2020, Kubik Leadership kembali hadir dengan solusi bagi para pemimpin dan profesional dalam menghadapi masa New Normal ini. Tepatnya, di hari Rabu esok kami akan hadir dengan solusi bertajuk Acclimate Your Stress Management Style Facing The New Normal. Sesi ini akan dibawakan oleh sosok trainer yang sekaligus psikolog dan professional Coach, Angesty Putri. Dalam sesi tersebut peserta akan langsung belajar dan berlatih cara-cara praktis mengelola stress, khususnya di masa New Normal ini.

So, jika Anda melihat bahwa penting bagi Anda dan tim untuk bisa menjalani masa New Normal ini dengan pengelolaan stress yang tepat, mari segera daftarkan diri dan tim Anda di sesi tersebut melalui link bit.ly/KUBIKLIN Jangan sampai Anda terlewat dan kehabisan tempat!

Sampai jumpa di kelas Acclimate Your Stress Management Style Facing The New Normal,

Salam bertumbuh, salam SuksesMulia!