KUBIK LEADERSHIP / Lead for Impact

Pernahkah Anda berada di sebuah tim yang bekerja masing-masing, tanpa memedulikan pekerjaan orang lain? Jika masing-masing anggota tim memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi saling bekerja sendiri dan bersikap acuh dengan pekerjaan orang lain, maka tim tersebut belum bersinergis.

Di dalam sebuah organisasi, memiliki tim-tim yang bekerja secara sinergis dapat memajukan organisasi tersebut. Jika mengambil contoh dari studi kasus yang dilakukan oleh Barmeyera dan Davoineb, Alleo merupakan perusahaan kereta api Perancis-Jerman yang bekerja sama dengan menyatukan dua budaya yang berbeda. Alleo mengkoordinasi kegiatan dari dua perusahaan DB (Deutsche Bahn) dan SNCF (Société Nationaledes Chemins de Fer Français) yang memiliki cara kerja berbeda. Contohnya, direktur perusahaan DB cenderung menyelesaikan materi rapat jauh sebelum rapat dilaksanakan agar dapat dilakukan diskusi yang mendalam dan juga pengambilan keputusan saat rapat berlangsung. Sedangkan, direktur perusahaan SNFC lebih fleksibel dan banyak menggunakan pendekatan informal, misalnya pengambilan keputusan dapat juga dilakukan melalui obrolan saat makan siang. Seiring berjalannya waktu, walaupun memiliki perbedaan cara bekerja, komunikasi antara kedua perusahaan tersebut menjadi sinergis dan masing-masing karyawannya dapat belajar dari satu sama lain.

Jika melihat dari contoh di atas, tim yang sinergis dapat menjadikan kekuatan bagi organisasi tersebut. Sehingga, masing-masing tim juga dapat belajar dari satu sama lain di tengah-tengah keberagaaman yang ada. Namun, apa akibatnya jika organisasi Anda tidak bersinergis? Apa saja hal-hal yang dapat terjadi?

1.  Mementingkan tim masing-masing

Jika tim-tim yang ada di organisasi Anda tidak sinergis, tim dapat menjadi saling menyalahkan dan hanya mementingkan tim masing-masing. Jika hal ini berlangsung lama, masing-masing tim dapat saling berkompetisi, bukan saling bekerja sama untuk kepentingan organisasi.

 

2. Lingkungan tidak terbuka

Anggota-anggota yang berada di tim yang tidak saling bersinergis juga dapat menjadi tidak saling terbuka. Hal ini dapat saja terjadi jika anggota merasa pendapatnya tidak didengarkan oleh anggota lain, sehingga lingkungan kerja tidak mendukung untuk saling terbuka. Lama-kelamaan hal ini dapat menyebabkan penyebaran informasi yang tidak merata, sehingga dapat berdampak juga pada kinerja karyawan.

 

3. Tidak terdorong untuk bergerak maju

Organisasi yang tidak bekerja dengan sinergis juga dapat menurunkan motivasi anggotanya untuk berkembang, sehingga anggota tidak terdorong untuk bergerak maju.

Peran seorang leader menjadi sangat penting untuk mengatasi ketiga hal di atas. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan oleh leader agar setiap tim yang ada di organisasi dapat bekerja dengan sinergis? Secara garis besar, ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk membentuk tim yang sinergis, yaitu:

1. Mengarahkan tim untuk mencapai tujuan

Seorang leader berperan besar untuk mengarahkan anggota timnya untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, leader senantiasa mengingatkan anggotanya akan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi. Selain itu, tentunya leader juga mengarahkan langkah-langkah konkret apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Jangan lupa untuk lebih peka terhadap permasalahan di tim dan berikan bantuan yang dibutuhkan oleh tim Anda.

2. Membangun lingkungan kerja yang terbuka

Lingkungan kerja yang terbuka dapat mendorong anggota tim untuk menyampaikan pendapatnya. Hal ini juga dapat membantu leader mengetahui masalah yang ada di timnya. Sebagai seorang leader, cobalah untuk mendengarkan dan memahami pendapat setiap anggota tim agar mereka terdorong untuk lebih terbuka. Coba lah untuk memberi kritik yang membangun agar mereka tidak segan mengungkapkan ide-ide untuk kemajuan organisasi. Lingkungan yang terbuka ini dapat meningkatkan motivasi karyawan, begitu juga dengan pengembangan karyawan.

Kedua hal di atas merupakan hal yang penting untuk diperhatikan para leader jika ingin membangun tim yang sinergis. Oleh karena itu, jika tim Anda belum sinergis, Anda dapat memulai menerapkan cara di atas agar tim Anda bersinergis untuk menjalankan visi dan misi yang ada pada organisasi.

Salam bertumbuh,

Salam SuksesMulia!

 

Referensi:

Barmeyer, C., & Davoine, E. (2019). Facilitating intercultural negotiated practices in joint ventures: The case of a French–German railway organization. International Business Review, 28(1), 1-11.