Kubik Leadership / Lead for Impact

“Extraordinary leaders are distinguished by the existence of strengths, not the absence of weakness.”  (Zenger Folkman Company)

Hari ini, tepatnya tanggal 06 April tahun 2020, boleh jadi merupakan salah satu hari dimana sejumlah industri mengalami tantangan yang tidak mereka duga sebelumnya. Bisa jadi dari sisi aspek bisnis, aspek finansial, aspek produktivitas sumber daya manusia, dan lain-lain. Tantangan yang sejatinya bisa menjadi sebuah momen pembuktian, alias moment of truth dari seberapa setiap pemimpin di dalam organisasi menunjukkan kualitas resiliensi dirinya.

Apa itu resiliensi pada seorang pemimpin? Resiliensi adalah kualitas dimana seorang pemimpin mampu melihat situasi yang sulit, situasi krisis, dan bahkan kegagalan sebagai sebagai sebuah kemunduran sesaat yang ia dapat segera bangkit darinya. Bukan hanya bangkit, ia bahkan mampu menjadikan hal-hal tadi sebagai peluang untuk bisa melesat lebih tinggi.

Di saat yang sama, seorang pemimpin yang resilien juga merupakan sosok yang mampu tetap positif di tengah kesulitan yang kerapkali dipenuhi energi negatif. Pun ketika situasi menjadi tidak menentu dan tidak bisa diprediksi, seorang pemimpin yang resilien tetapmampu untuk mencari jalan keluar dari situasi, tanpa membiarkan dirinya terpaku atau stuck dengan kondisi yang ada.

Maka jika saat ini Anda ditanya, seberapa Anda sebagai seorang pemimpin telah muncul sebagai pemimpin yag resilien, kiranya apa jawaban Anda?

Lalu jika anggota tim Anda ditanya, seberapa Anda sebagai telah menjadi pemimpin yang resilien bagi mereka, kiranya apa jawaban mereka?

Resilient leader does matter to team and organization

Beragam riset telah dilakukan, yang menunjukkan bahwa pemimpin yang resilien akan mendatangkan menfaat positif bagi tim dan organisasinya. Seperti misalnya yang dilakukan oleh Zenger Folkman, sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan kekuatan pemimpin. Pada riset yang dilakukan terhadap 500 pemimpin, didapatkan salah satu hasil yang menunjukan bahwa semakin resilien seorang pemimpin, maka semakin efektif kepemimpinan yang dilakukannya. Atau contoh lain misalnya, seperti yang ditampilkan dalam publikasi researchgate dengan judul Leadership and Resilience, yang menunjukkan bahwa kunci hadirnya resiliensi organisasi adalah kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin yang resilien, dimana ia mampu mendorong kohesivitas dan interdependensi di dalam tim dan organisasinya.

Loh memangnya apa saja sih yang menyebabkan seorang pemimpin yang resilien itu mampu menghadirkan organisasi yang juga resilien?

Menjawab pertanyaan di atas, berikut ini adalah tiga hal dari sejumlah hal yang dihadirkan oleh pemimpin yang resilien, yang kemudian berdampak pada hadirnya resiliensi di level organisasi.

  1. Memberikan keteladanan menjadi resilien.

Baik diinginkan atau tidak, dan disadari atau tidak, tindak tanduk seorang pemimpin  merupakan sesuatu yang diperhatikan, dinilai, dan kemudian (sadar atau tidak) diikuti oleh orang-orang di sekitarnya. Pun ketika ada anggota tim yang merasa tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh pemimpinnya, maka pilihannya adalah antara mengelus dada penuh doa, bergosip di belakang, mengkonfrontasi, atau bahkan keluar dari barisan.

Yes, what a leader do and not do is really matters. A lot! Maka ketika seorang pemimpin menampilkan perilaku resilien, hal yang sama pun bisa terjadi. Ketika pemimpin menampilkan pemikiran yang positif, semangat untuk bangkit dan mencari peluang, upaya untuk mewujudkan ide dan terobosan yang akan dilakukan, hal ini pun dapat menjadi sesuatu yang ‘menular’ kepada anggota tim. Mulai dari munculnya semangat tim, hingga kesediaan tim untuk melakukan hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan peluang dan ide yang telah disepakati bersama.

  1. Terdepan dalam memenangkan perubahan.

Ketika hempasan datang, seorang pemimpin yang resilien tentu juga bisa jatuh. Namun ketika jatuh, ia tidak membiarkan dirinya berlama-lama di dalam proses ‘kejatuhannya’. Ketimbang meratapi yang terjadi dan sibuk ‘menjaga’ agar yang dipegang tidak hilang, ia justru memilih untuk bangkit dan menganalisa situasi dengan lebih seimbang. Ketika ada kejatuhan, maka pasti ada peluang untuk lompatan. Maka apa saja sebenarnya peluang yang justru terbuka saat ini? Apa saja opsi-opsinya? Dan seterusnya.

Dengan spirit ini, pemimpin yang resilien akan memiliki peluang untuk mengantarkan tim dan organisasinya memenangkan perubahan. Singkatnya, ketimbang memilih menjadi korban keadaan, pemimpin yang resilien justru mengantarkan tim dan organisasinya untuk menjadi yang terdepan atas perubahan.

  1. Mendorong peningkatan produktivitas.

Seorang pemimpin yang resilien adalah pemimpin yang berfokus pada tujuan berupa menjadikan situasi saat ini sebagai sarana untuk proses penempaan untuk bisa menjadi lebih baik. Maka, hal ini membuat pemimpin menjadi lebih fleksibel atas hal-hal yang akan dilakukan oleh tim dan organisasi dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Artinya, jika cara-cara kerja yang lama tidak lagi bisa mengakomodir tujuan, ia akan sangat terbuka untuk melakukan perubahan.

Di saat yang sama, ia menyadari betul bahwa tujuannya adalah tujuan itu sendiri. Bukan lagi ia sebagai pemimpin yang harus menjadi pusatnya. Dan hal ini ternyata terbukti lebih efektif bagi tim dalam mengeksplor dan menjalankan cara-cara kerja terbaik yang bisa meningkatkan produktivitasnya.

Nah, itulah tadi secuplik hal yang dapat dihadirkan oleh seorang pemimpin yang resilien, sehingga kemudian hal ini berdampak pada terciptanya tim dan organisasi yang juga resilien.

Lantas pertanyaannya, apa yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin untuk bisa menjadi sosok pemimpin yang resilien?

Kabar baik  bagi Anda, karena Kubik Leadership akan membuka kelas webinar GRATIS bertajuk Leadership Resilience yang akan dilakukan pada hari Rabu tanggal 08 April 2020 pukul 10.00 -12.00 bersama salah satu Master Coach sekaligus Master Trainer Kubik Leadership, Bapak Fauzi Rachmanto . So, pastikan diri Anda kedapatan tempat dengan segera mendaftarkan diri Anda di bit.ly/LeadingInCrisis2

Sampai jumpa di kelas webinar Leadership Resilience, salam bertumbuh, salam SuksesMulia!