Kubik Leadership / Lead for Impact

 

Welcome Covid-19 to Indonesia!

Selamat datang COVID-19 ke Indonesia! Ya, inilah fakta yang mau tidak mau hari ini kita hadapi. Bahwa hari ini negara kita tercinta Indonesia, secara perlahan namun pasti mulai mulai ‘dirasuki’ oleh sebuah virus kasat mata yang kekuatannya bahkan mampu menyerang banyak negara di muka bumi ini.

Ya, saat ini kita berada pada situasi yang mungkin pada beberapa waktu sebelumnya tidak pernah kita duga sebelumnya. Sebuah situasi yang memberikan dampak bukan hanya kepada cara kita bekerja, cara kita menjalankan bisnis, melainkan juga kepada bagaimana kita berpikir dan merasa atas segala perubahan yang saat ini terjadi.

Terlebih bagi kita sebagai pemimpin, salah satu fakta yang tidak bisa kita abaikan adalah bagaimana kondisi hari ini berdampak kepada tim yang kita pimpin. Bagaiman tim melihat, merasa dan merespon atas situasi yang terjadi. Dan bagaimana tim merespon, pada akhirnya juga akan berdampak pada seperti apa nantinya keseluruhan organisasi/korporasi bisa keluar dan melesat, atau justru terperosok dalam menghadapi situasi yang ada.

Sebagai contoh adalah ketika beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan salah satu pemimpin level menengah di perusahaan yang bergerak di industri kuliner. Melihat situasi yang berdampak pada menurunnya revenue, ia mengatakan bahwa salah satu kebijakan yang akan diambil oleh manajemen adalah dengan melakukan pemotongan gaji karyawan. Maka sebagai pemimpin ia memiliki kewajiban untuk menyampaikan kewajiban tersebut kepada timnya. Pun para pemimpin di departemen lain di perusahaannya.

Selang beberapa hari kemudian, ternyata terjadi beberapa hal yang berbeda di departemen yang berbeda. Ada departemen yang justru terlihat semakin tidak semangat ketika bekerja, dan bahkan menampilkan sikap negatif. Sikap negatif yang sayangnya mereka tampilkan di media sosialnya masing-masing. “Belom apa-apa sudah main ngancem aja. Bisanya begitu doang?!” Kurang lebih itu adalah salah satu isi whatsapp status anggota tim yang kian hari kinerjanya pun dirasa semakin asal-asalan oleh atasannya.

Namun di departemen yang lainnya, kebijakan yang sama entah bagaimana justru mendorong sebuah tim di dalam departemen bergerak extra miles. Muncul beberapa ide dan gagasan baru untuk tetap bisa menjangkau pelanggan, yang berujung pada tetap berjalannya bisnis dengan optimal. Misalnya adalah ide dan eksekusi untuk menggencarkan layanan pesan-antar yang selama ini hanya menjadi ‘sumber sampingan’ pemasukan. Hasilnya, bukan hanya munculnya semangat dan harapan untuk bisa bertahan dan menang melawan situasi yang terjadi, melainkan juga meningkatnya produktivitas, serta munculnya insight bisnis baru yang selama ini ‘tidak kelihatan’ oleh perusahaan.

Perusahaanya sama, kebijakannya juga sama, tapi kok bisa terjadi perbedaan antara tim lainnya?

Ketika saya telisik lebih dalam, ternyata salah satu hal kunci yang mejadi penentu perbedaan tersebut adalah sejauhmana pemimpin di dalam departemen-departemen tadi mengaplikasikan kepemimpinan atau leadership yang tepat. Mengapa leadership?
Mengutip apa yang disampaikann oleh John Kotter, bahwa pada saat situasi dipenuhi perubahan dan ketidakpastian, maka hal krusial yang sangat dibutuhkan adalah leadership.

Nah, lantas leadership seperti apa yang tepat untuk diterapkan pada situasi yang serba dipenuhi masalah dan tantangan seperti ini? Sebuah situasi dimana keputusan-keputusan yang sulit perlu diambil, dan sebuah situasi yang bisa kita sebut dengan situasi krisis?

Tak perlu menunggu lama, kabar baik bagi Anda adalah bahwa Kubik Leadership akan mengadakan kelas Webinar GRATIS bertajuk Becoming an Impactful Leader in Crisis yang dibawakan oleh Bapak Jamil Azzaini, CEO dan master trainer di Kubik Leadership. Sesi ini akan diselenggarakan pada hari Rabu, 01 April 2020 pukul 10.00-11.00 WIB.

So, yuk segera daftarkan diri Anda dengan klik link berikut http://bit.ly/LeadingInCrisis1 sebelum kehabisan tempat.

Sampai bertemu hari Rabu nanti, salam bertumbuh, salam SuksesMulia!