Kubik Leadership / Lead for Impact

Salam SuksesMulia!

Tak terasa saat ini kita tengah berada di penghujung tahun 2019. Artinya adalah bahwa tak lama lagi kita akan berjumpa dengan tahun yang baru tahun 2020. Tahun baru, semangat baru! Dan semoga Yang Kuasa memberikan kelancaran atas setiap upaya yang kita lakukan dalam rangka melesatkan tim dan organisasi yang kita pimpin. Aamiin.

Sebelum memasuki tahun yang baru, pastikan bahwa kita telah berhasil mendorong diri dan tim kita menjadi pribadi yang baru. Pribadi yang jauh lebih baik dan siap melakukan aksi-aksi terbaik untuk mencapai keberhasilan di tahun 2020. Karena jika tidak ada perubahan di dalam diri dan tim kita, rasa-rasanya cukup mustahil untuk bisa mencapai sesuatu yang lebih dari apa yang kita berhasil raih saat ini. Bukankah demikian?

Lantas, apa saja hal yang perlu kita lakukan untuk mengantarkan diri dan tim kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan efektif?

1. Actively Seeking for Feedback to Do More

Dalam menjalankan peran sebagai pemimpin, pasti ada hal yang belum efektif yang kita tampilkan. Apa saja hal yang menyebabkan terjadinya hal tersebut, seperti apa harapan dari mereka yang kita pimpin, dan apa potensi yang bisa kita manfaatkan, itu semua kerapkali gagal untuk kita lihat secara utuh. Namun bagi mereka yang berada di sekeliling kita, bisa jadi hal-hal di atas terlihat sangat jelas. Bahkan bisa jadi sebagian dari mereka mengira bahwa kita sebenarnya sudah tahu namun memilih untuk tetap melakukan hal yang kita tampilkan.

Untuk itu tahap pertama yang penting untuk kita lakukan adalah secara aktif meminta umpan balik (feedback) dari mereka yang berada di sekitar kita. Khususnya anggota tim kita. Pada tahap ini, salah satu warning dari saya adalah Anda perlu mewaspadai terutama diri Anda sendiri sebagai pemimpin. Hati-hati jangan sampai Anda terkena virus baper alias terbawa perasaan yang bisa menutup Anda dari beragam informasi yang sebenarnya sangat Anda butuhkan. Karena bisa jadi, sejumlah informasi yang Anda dapatkan nantinya adalah informasi yang pahit untuk didengar dan diketahui.

Selanjutnya, pastikan proses meminta umpan balik ini juga Anda lakukan untuk keseluruhan tim Anda. Kumpulkan tim Anda, posisikan diri Anda sebagai fasilitator dan coach yang bertujuan untuk membantu tim Anda mencapai satu tujuan, yakni bertumbuh bersama menjadi pribadi yang jauh lebih baik dalam mencapai 2020 gemilang!

2. Embrace Fear and Be Prepare

Setelah mendapatkan informasi akan apa hal yang bisa dan (sebaiknya) kita ubah, seringkali hal tersebut mengantarkan kita untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tidak pernah kita alami, atau sesuatu yang tidak biasa kita lakukan. Sesuatu yang menimbulkan rasa takut atau fear di dalam hati dan segenap diri kita. Rasa takut yang tanpa kita sadari berpeluang membuat kita mundur teratur dengan sejumlah pembenaran sebagai alasannya.

Jika rasa takut datang menghinggapi kita, sebenarnya itu bisa jadi merupakan pertanda yang baik. Artinya kita benar-benar berada pada momen yang bisa mengantarkan kita untuk melompat keluar dari comfort zone yang selama ini kita tinggali. Dan faktanya, tak ada seorang leader pun yang bisa terbebas dari rasa takut. Justru leader yang efektif adalah ia yang memiliki kesadaran tinggi akan dirinya sendiri, dan menyadari betul apa yang tengah dirasakannya. Termasuk rasa takut.

Mengutip Dr. Joey A. Collins, seorang Asisten Profesor Psikologi Industri-Organisasi di Seattle Pacific University menyebutkan bahwa; “effective leaders demonstrate a high degree of self-awareness and are mindful of their feelings. It is not that they don’t feel fear – they do. They are just more aware of their fear and better able to process the threat that is signaling it.”

Ya, leader yang baik menginsyafi dan menerima rasa takut yang hadir di hatinya. Dan ia pun secara sadar penuh memposisikan rasa takut tersebut sebagai pertanda yang selanjutnya ia tindaklanjuti dengan tepat. Bahkan untuk sosok leader sekelas Steve Jobs, Tim Ferriss & Bill Gates, seperti yang ditulis dalam artikel berjudul “How Overcoming the Fear of Failure Helped Steve Jobs, Tim Ferriss and Bill Gates Succeed” keluaran cnbc.com.

Kemudian, jangan lupa bahwa hal yang sama juga bisa dirasakan oleh tim yang kita pimpin. Sebagai leader, adalah salah satu tugas kita adalah untuk membantu anggota tim kita mengenali dan menerima apa yang dirasakannya. Lalu dilanjutkan dengan membantu mereka menjadikan rasa takut tersebut sebagai alat yang membuatnya justru lebih siap

3. Just Do (and Learn from) It

Jika rencana bisa menghadirkan impian dan harapan, maka aksi nyata-lah yang bisa mewujudkan harapan menjadi realitas. Ya, setelah mengetahui apa saja hal-hal yang perlu Anda lakukan, lalu dilanjutkan dengan menerima rasa takut yang hadir dan mempersiapkan diri lebih baik karenanya, maka tahap ketiga adalah betul-betul melakukan apa yang telah Anda rencanakan.

Dorong diri Anda dan tim Anda untuk betul-betul melakukan aksi nyata. Buatlah sistem dukungan (support system) yang bisa membantu Anda dan tim tidak merasa sendiri.

Selanjutnya, jalani setiap prosesnya, nikmati setiap momen yang hadir, dan dapatkan insight pembelajaran sebanyak mungkin. Apapun hasilnya nanti, ketahuilah bahwa Anda telah berhasil. Berhasil mendorong diri dan orang-orang di sekitar Anda untuk bertansformasi menjadi sosok yang lebih baik, lebih efektif, dan lebih berdampak positif bagi banyak orang.

Nah, itulah tadi tiga hal yang bisa Anda dan tim lakukan untuk berproses menjadi sosok yang bertumbuh menjadi lebih baik. Sosok yang siap untuk berselancar bersama dinamika ombak tantangan di tahun 2020. Sosok yang semoga di akhir tahun 2020 nanti bisa tersenyum manis sembari berkata; “Yay, we nailed it!”

Salam bertumbuh, Salam SuksesMulia!

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends