Kubik Leadership / Lead For Impact

Selamat! Anda kini telah berada di 2019, tahun yang kompetitif dan penuh perjuangan untuk mengikuti perubahan yang semakin cepat. Untuk Indonesia, 2019 menjadi tahun politik karena akan digelar pesta demokrasi memilih presiden periode 2019-2024. Namun bisnis akan tetap berjalan seperti biasa. Mungkin akan ada sedikit riak riak karena dinamika politik, namun akhirnya siapa yang siap memimpin dan membawa tim lebih cepat beradaptasi, dialah yang menang.

John Welsh, salah satu kontributor majalah Forbes, yang mewawancarai beberapa perusahaan terkemuka dunia seperti Microsoft, Google, White Hat, British land mengatakan, untuk 2019 sudah bukan saatnya  pemimpin melihat latar belakang karyawan berdasarkan  tingkat  pendidikan,  pengetahuan, budaya dan kebiasaan yang dimiliki. Data karyawan diperlukan hanya sebagai pedoman dalam menentukan posisi dan gaji saja. Selebihnya, biarkan karyawan berkreativitas dan melakukan inovasi yang akan membawa hal positif  untuk perusahaan.

Jangan pernah menganggap remeh mereka yang bukan berasal dari lulusan terbaik, atau yang pengalamannya masih sedikit di perusahaan. Sejarah membuktikan banyak orang hebat di hari ini dulu bukan siapa siapa, pendidikan pun tidak tinggi. Namun karena kerja keras, pantang menyerah dan terus belajar, kini mereka menduduki posisi tinggi, bahkan menjadi pemimpin hebat. Jika pemimpin hanya fokus pada kekurangan dan membatasi  kesempatan berkarya, maka potensi yang hebat itu tidak akan pernah muncul.  Dengan bantuan Artificial Intellegent mereka dapat menghasilkan karya besar yang dahsyat.

Manusia unggul dalam hal empati, kreativitas dan dalam mengajukan pertanyaan yang tepat untuk menganalisa sebuah masalah. Maka dalam mengembangkan karyawan, fokuslah dengan memberikan mereka training, worskhop dan pelatihan sehingga mereka terus tumbuh, demikian disampaikan Van Der Bel, Corporate VP EMEA, Microsoft. Selain itu, pemimpin juga perlu peka menciptakan kolaborasi dengan pihak lain maupun masyarakat sekitar agar tercipta ekologi positif dan saling mendukung.

Sementara itu, Real Leaders, sebuah majalah bisnis dan leadership yang beredar di 130 negara, memberikan ulasan apa saja yang perlu dilakukan leaders di 2019 yang terankum dalam trend leadership 2019, yaitu

  1. Pertahankan kesederhanaan

Hindari struktur yang kompleks dan upayakan menyederhanakan sistim dalam organisasi. Hal ini akan membantu perusahaan lebih siap untuk menghadapi tantangan pasar yang serba cepat, dan membantu karyawan untuk lebih fokus pada tugas-tugas praktis yang bermanfaat. Deloitte global Human Capital Trends juga mengamini hal ini.

  1. Desain ulang gaya manajemen

Diperlukan dalam rangka menyesuaikan dengan  tantangan yang ada. Para leader/ pemimpin harus menyampaikan dengan jelas strategi yang akan dijalankan sehingga motivasi karyawan meningkat karena tau arah yang dituju.

  1. Investasi pada manusia

Permasalahan umum di banyak perusahaan di dunia adalah banyaknya karyawan senior dan menengah yang telah bekerja bertahun tahun dengan pola kerja yang stagnan. Sementara kini banyak karyawan baru yang haus dengan projek baru dan strategic. Perusahaan perlu menciptakan ruang bagi karyawan  agar  mereka saling berkolaborasi dan membuka peluang masing masing memberikan feedback demi kesuksesan bersama.

  1. Berikan kepercayaan dalam mengambil keputusan

Peranan HR kini telah berubah. Dari penyedia SDM menjadi desainer proses. Begitu juga dengan pimpinan. Tidak lagi sebagai satu satunya yang berhak mengambil keputusan. Dengan  melihat potensi tim  dan dinamika perubahan yang ada, pemimpin sebaiknya memberi keleluasaan pada tim mengambil keputusan dengan metode  trial and error

  1. Lupakan 9-5

Model kerja dengan menerapkan waktu masuk jam 9 pagi dan pulang 5 sore sudah tidak relevan. Penelitian dan studi menunjukkan lama jam kerja menyebabkan seseorang kurang produktif. Ketimbang menghitung jam kerja, lebih baik fokus pada kinerja yang dihasilkan. Beri fleksibilitas waktu dan tempat kerja. Survey menunjukkan loyalitas karyawan meningkat dengan hasil lebih efektif setelah perusahaan memberikan fleksibilitas dan menghargai preverensi pribadi mereka.

  1. Maksimalkan teknologi

Saat ini teknologi sudah sangat canggih dan dapat menjadi asisten yang diandalkan. Program kepemimpinan dari Harvard Business School pun menggunakan smartphone untuk mengontrol optimasi dan proses sehari hari.

  1. Lakukan saja

Setiap orang dalam suatu perusahaan adalah seperti sebuah atom: kontribusi mereka membantu menciptakan molekul yang dalam konteks perusahaan menciptakan  budaya dan kesuksesan perusahaan. Tidak perlu terjebak  pada ilmu pengetahuan yang telah dipelajari atau pengetahuan bisnis  yang harus dilakukan secara berurut. Dorong tim  melakukan hal -hal yang bisa dilakukan. Saat menemui hambatan, secara naluriah tim akan berusaha mencari solusi terbaik dan berperan menjadi pemimpin untuk dirinya dan tim karena setiap manusia memiliki unsur kepemimpinan.

Dengan mengetahui trend dan tips yang perlu dilakukan, kini saatnya Anda semua, untuk segera melaju di tahun ini. Tidak boleh gamang dan khawatir. Segera lakukan, segera dapatkan hasilnya.

Salam SuksesMulia!

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends