Monday Knowledge : Agar Berubah Bukan Sekedar Jargon Bagi Pemimpin

//Monday Knowledge : Agar Berubah Bukan Sekedar Jargon Bagi Pemimpin

Monday Knowledge : Agar Berubah Bukan Sekedar Jargon Bagi Pemimpin

Kubik Leadership / Lead For Impact

Sebagai pemimpin masa kini, kita sudah familiar dengan berbagai peringatan tentang perubahan. Intinya sama, perubahan berlangsung cepat dan pemimpin harus siap. Istilah yang lebih kekiniannya adalah pemimpin saat ini perlu continually becoming : terus-menerus menjadi sesuatu (yang baru, yang lebih baik). Continually becoming hanya bisa tercapai bila pemimpin mau belajar dengan konsisten dengan menghidupkannya dalam praktek leadership. Dengan belajar, perspektif pemimpin terus segar dan perusahaan senantiasa relevan di tengah persaingan.

Sayangnya, motivasi untuk belajar secara umum menurun begitu orang mendewasa. Saat kanak-kanak, kita sangat bersemangat mengekplorasi setiap hal yang kita temui. Saat masuk sekolah, motivasi belajar mulai dipengaruhi kekhawatiran tentang nilai ujian dan kenaikan kelas. Dorongan bereksplorasi semakin berkurang karena fokus beralih ke berhasil menjawab soal ujian saja. Motivasi ini semakin redup setelah lulus sekolah karena mengira masa belajar sudah usai dan ini waktunya masa bekerja. Padahal masa kerja justru mempunyai ruang belajar yang sangat luas.

Lalu bagaimana cara menghidupkan gairah belajar kembali? Hal yang sangat penting secara mentality adalah memanggil kembali rasa ingin tahu yang merupakan prasyarat belajar dari dalam diri Anda. Namun tantangannya, saat ini kita dibombardir dengan begitu banyak informasi yang kompleks dari berbagai media. Ternyata kondisi ini melemahkan rasa ingin tahu kita. Maka itu, tetapkan dulu target rasa ingin tahu kita. Apa topik yang ingin kita eksplorasi lebih jauh. Ini akan membuat kita fokus dan segala informasi yang tidak terkait dengan rasa ingin tahu kita lebih mudah tersaring.

Selain rasa ingin tahu, yang tak kalah penting adalah keberanian. Di korporasi yang telah mapan dan aman, orang-orang didalamnya sangat riskan masuk ke dalam comfort zone. Mereka merasa memegang kontrol atas segala sesuatu. Posisi yang mapan sesungguhnya ideal untuk membuat inovasi baru. Namun inovasi baru bisa terjadi bila pemimpin memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru. Sesuatu yang beresiko melepaskan sebagian rasa aman dan kontrol. Untuk itu, kita perlu melihat ‘area gelap’ ini sebagai peluang untuk pertumbuhan yang akan membawa keuntungan. Selain itu, perusahaan juga akan terjaga dalam jangka panjang.

  Banyak Leader Stress

Secara praktis, bagaimana cara untuk kembali membiasakan diri untuk belajar?

Pertama, gunakan media yang mengasyikan. Siapa bilang belajar yang fun hanya untuk anak-anak.

Terbukalah dengan games, flash card, story, atau media lainnya yang cocok dengan Anda.

Kedua, kolaborasikan dengan pengetahuan dan pengalaman Anda sebelumnya.

Orang dewasa tidak bisa dipaksa ‘mengosongkan gelas’ dalam arti menelan mentah-mentah ide baru. Ia sudah terbentuk dengan pembelajaran yang ia terima sebelumnya. Bedanya, bila selama ini pengetahuan lama berpotensi menyibukkan diri untuk memberi judgment, kali ini fokuslah pada upaya mengayakan diri Anda dengan kolaborasi antara pemahaman lama dan ide baru.

Ketiga, jika Anda ingin mengadakan kegiatan belajar dengan tim Anda sebagai bagian dari people development, temukan guru yang benar-benar passionate dengan topik ilmunya.

Jangan hanya sekadar mengejar dapat modulnya atau supaya tersertifikasi. Antusiasme guru akan menular dan membuat Anda termotivasi mempelajarinya lebih lanjut.

Keempat, tetapkan tujuan berupa hasil belajar yang nyata.

Apa yang ingin Anda kuasai dengan belajar? Untuk melakukan apa? Dan berujung pada mendapat hasil apa? Terakhir, sharing dengan orang lain. Sharing membuat kita dapat memahami pembelajaran dengan lebih cepat dan mendapat tambahan masukan dari pemahaman dan pengalaman orang lain.

Seiring dengan rasa ingin tahu, keberanian, dan konsistensi menghidupkan iklim belajar di perusahaan, leadership yang Anda bangun akan semakin powerful. Perubahan tidak lagi menjadi jargon, melainkan berjalan alamiah bersama dengan prestasi yang Anda raih satu persatu.

Sumber:
Mikkelsen, Kenneth & Jarche, Harold. 2015. The Best Leaders Are Constant Learners. Harvard Business Review: 16 Oktober 2015
No Name. 2016. 6 Things You Should Know About Learning As And Adult. Oxford Royale: 19 Desember 2016
Wu, Po Chi. 2015. If Learning is Natural Skill Why Is It So Hard. Psychology Today: 12 Januari 2015.

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends
2018-08-06T11:52:34+00:00 August 6th, 2018|Tags: , , , , , , |

Leave A Comment