Kabut dan bayang-bayang terlihat menyelimuti sebuah kota, memperlihatkan nuansa yang sendu dan suram. Namun, kemudian terdengar suara bernada optimistis dari Captain America sang pemimpin Avengers. “Kita harus bergerak dan menyelamatkan dunia  katanya”.  Deklarasi yang berani itu menandai awal kembalinya superhero.  Captain America, War Machine, Hulk dan Black Widow berkumpul di halaman markas Avengers membahas langkah apa yang harus di ambil untuk menyelamatkan jiwa manusia di bumi yang separuhnya telah tersapu bersih karena kekejaman Thanos. Seperti diketahui pada sequel sebelumnya, alam semesta kacau balau karena aksi si gila, Thanos. Dengan bantuan sekutu yang tersisa, Avengers pun berkumpul sekali lagi untuk membatalkan tindakan Thanos dan mengembalikan kedamaian alam semesta, tak peduli resiko yang terjadi.

Layaknya seorang pahlawan, jiwa berani dan pantang menyerah tentu melekat erat dari setiap tokoh. Sebut saja Hulk, laki laki tinggi besar yang memiliki kekuatan sangat dahsyat. Saat amarahnya memuncak, ia bisa menghancurkan apa saja yang menghalangi jalannya, namun tidak pernah sekalipun ia membunuh lawannya, meski itu dengan mudah dapat dilakukan. Saat menjadi sosok manusia, Hulk adalah orang paling cerdas dari superhero. Ada juga Iron Man si jenius dengan baju besi  keren terbuat dari teknologi nano sempat membuat Thanos terluka. Lain lagi dengan Spiderman, yang menggunakan kostum Sipdersuit yang futuristik, dengan kelincahan dan keberaniannya, Ia  berayun ayun  tanpa takut dan berhasil mengecoh musuh. Adapun Kapten Amerika, cita cita keberanian, kejujuran, kesetiaan dan kebijaksanaannya menjadikan ia pemimpin yang menyatukan tokoh lainnya. Setiap tokoh memiliki karakteristik tertentu dan keunggulan yang menjadikan mereka akhirnya dapat mengalahkan Thanos.

Film Avangers–Endgames  menjadi film yang sangat ditunggu tunggu penonton di seluruh dunia, setelah sebelumnya sequel film ini,Infinity War meninggalkan teka teki apakah si jahat Thanos memang telah benar benar menang dan para pahlawan Avengers telah hancur.

Kita sebenarnya tidak akan membahas panjang lebar film yang baru diluncurkan 26 April dan di hari yang sama sudah mendapatkan  4.2 T  dari penonton seluruh dunia.Kita hanya ingin melihat lebih dalam, bagaimana peran setiap hero dalam Avenger ini dan bagaimana dengan kekuatan yang mereka miliki, dapat bersatu padu melawan kejahatan.

Dalam dunia nyata, khususnya di sebuah organisasi, bisa jadi tidak menemui kekejaman musuh seperti Thanos atau kehancuran dunia pada cerita Avanger. Namun, apa yang ditampilkan oleh sutradara melalui tokoh di film tersebut, bisa jadi merupakan perwakilan atas kebutuhan leader atau pemimpin di dunia.

Jika di lihat dari cerita tersebut terjadi kolaborasi antara berbagai tokoh Hero yang harus menghadapi dengan cepat perubahan yang terjadi. Adanya gelombang pengharapan penduduk bumi terhadap masa depan yang lebih cerah, ambiguitas kondisi dari konflik yang muncul dan keutamaan teknologi yang membantu tim Avengers mengalahkan Thenos. Selain itu, sebagai pemimpin, kapten Amerika juga harus jeli dan peka dalam mengelola isu dan perbedaan. Setiap tokoh punya keunikan tersendiri, juga punya persepsi berbeda. Namun tujuan yang sama, yaitu menyelamatkan bumi menjadi pengikat aksi mereka melawan Thanos.

Hal ini sejalan dengan hasil resume yang di buat oleh Delloit pada awal April 2019, mengenai tantangan apa yang dihadapi para Leader di abad 21. Para pemimpin  kini menghadapi kondisi perubahan teknologi, sosial dan ekonomi.  Para  pemimpin di level C, diminta bekerja lebih kolaboratif di berbagai fungsi. Pemimpin lini harus belajar untuk beroperasi dalam jaringan tim. Organisasi mengharapkan kapabilitas kepemimpinan baru, secara efektif menavigasi ambiguitas yang lebih besar, bertanggung jawab atas perubahan yang cepat, dan terlibat dengan pemangku kepentingan eksternal dan internal.

Selain itu, kemampuan leader yang sudah ada sejak  zaman dulu seperti kemampuan  mengelola jalannya organisasi  diantaranya  mengawasi tim, membuat keputusan, memprioritaskan investasi, dan memahami kebutuhan karyawan sampai di level bawah, perlu dikombinasikan dengan kemampuan mengelola kondisi yang serba  ambigu,  mengelola kerumitan yang meningkat, menjadi ahli teknologi, mengelola demografi pelanggan yang berubah, dan menangani perbedaan nasional dan budaya, sehingga perbedaan itu bukan menjadi penghambat, tetapi menjadi latar belakang informasi dalam menentukan langkah konkrit yang harus di ambil.

Kalau begitu ekspektasinya, apakah mungkin ada seseorang yang memiliki kemampuan paripurna seperti itu? Jawabannya bisa jadi ada. Atau, jika pun tidak ada, Anda masih tetap bisa menjalankan organisasi dengan baik, selama Anda paham situasinya, Anda punya orang orang yang bisa diandalkan yang memiliki kemampuan yang Anda butuhkan, dan Anda masih punya kejernihan hati untuk mengelola hubungan internal dalam organisasi dan menjalin hubungan eksternal dengan para pemangku jabatan. Satu hal yang juga tidak boleh dilupakan seorang leader. Jiwa patriotismenya membela organisasi, lingkungan, negaranya tidak boleh pudar. Juga semangat untuk pantang menyerah dalam kondisi sesulit apapun,  menjadi syarat mutlak yang harus di miliki leader. Buktikan, bahwa Anda bisa menjadi leader sekaligus Hero bagi organisasi Anda!

Salam SuksesMulia!

 

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends