Kubik Leadership / Lead for Impact

“Learn from the past, set vivid, detailed goals for the future, and live in the only moment of time over which you have any control: now.” – Denis Waitley –

Saat ini kita tengah memasuki periode kuartal keempat, atau kuartal terakhir di tahun 2019. Bagi kebanyakan organisasi, periode kuartal keempat adalah salah satu masa yang krusial. Hal ini karena terdapat dua agende besar yang dihelat di masa ini. Pertama, evaluasi performa atas tahun yang berjalan. Lalu kedua, penyusunan rencana untuk satu tahun yang akan datang.

Adapun hasil evaluasi performa, pastilah tidak sama diantara setiap organisasi, dan bahkan tidak sama pula diantara unit kerja. Ada yang mampu achieve melebihi rencana, achieve sesuai rencana, dan ada pula yang gagal mencapai apa yang sudah direncanakan.

Namun berbeda ketika membahas tentang rencana di tahun berikutnya. Hampir pasti bahwa setiap organisasi, dengan meliputi semua unit kerjanya, akan membuat perencanaan dengan tingkat pencapaian yang lebih tinggi ketimbang apa yang dicapai di tahun ini. Karena semua organisasi pasti menginginkan pertumbuhan, bukan stagnansi apalagi kemunduran.

Untuk bisa mencapai pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan, tentunya dibutuhkan kerjasama alias teamwork yang hebat dari setiap orang di semua unit kerja. Seperti sebuah kutipan yang sangat sering kita dengar namun benar adanya, yakni; Teamwork makes the dream works!

Maka tak heran jika pada periode kuartal empat ini perusahaan melakukan sejumlah inisiatif dengan tujuan meningkatkan kerjasama setiap orang di dalam organisasinya. Mulai dari acara gathering, seminar motivasi, outbond, dan lain-lain. Hal ini tidak salah, karena kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi oase atau masa pit stop sejenak dari rutinitas pekerjaan. Terlebih ketika acara tersebut diselenggarakan dengan melibatkan anggota keluarga karyawan. Serta, kegiatan-kegiatan seperti ini juga bisa menjadi sarana melahirkan komitmen karyawan dalam mencapai target yang lebih tinggi di tahun depan.

Tetapi itu saja belum cukup. Selain semangat dan komitmen di awal, diperlukan pula prestasi nyata untuk bisa mencapai rencana di tahun depan. Prestasi yang diraih dengan menempuh jalan yang tentunya tidaklah sama persis dengan apa yang telah dilakukan di tahun ini. Perlu ada cara-cara yang berbeda, ada terobosan-terobosan yang bisa secara efektif mendekatkan pada tercapainya target yang lebih tinggi. Karena ketika cara yang kita lakukan sama persis, dan kita mengharapkan hasil yang berbeda (baca: lebih baik), Albert Einstein menyebut hal tersebut sebagai kegilaan! Yes, he said that “The definition of insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.”

Maka tak ayal, untuk bisa menghadirkan tim yang kaya akan terobosan, diperlukan hadirnya sosok leader yang eksponensial (Exponential Leader). Mengapa demikian? Karena seorang Exponential Leader adalah ia yang mampu menggerakkan timnya untuk bisa menghasilkan terobosan dan menggalang dukungan dari mereka.

Lantas apa saja yang dilakukan oleh seorang Exponential Leader sehingga ia mampu menggerakkan timnya untuk menghasilkan terobosan?

Dalam hal ini, terdapat sejumlah perilaku yang perlu dilakukan oleh seorang Exponential Leader untuk mencapai tujuan tersebut. Dan dalam kesempatan ini saya akan menuliskan tiga diantaranya.

1. Memberikan tantangan dengan ‘dosis’ yang tepat.

Dalam teori flow milik Mihaly Csikszentmihalyi, kita telah belajar bahwa sebuah tantangan haruslah diletakkan dalam kadar yang tepat untuk mengantarkan seseorang berada dalam kondisi flow. Sebuah tantangan yang tepat adalah tantangan yang tidak terlalu mudah, karnea akan membuat bosan. Serta tidak terlalu sulit karena bisa menimbulkan rasa cemas berlebih dan juga stress . Sebuah tantangan mestilah dirasa cukup menantang, dan di saat yang sama tetap berada dalam area dimana kita memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya.

Salah satu hal yang mampu dilakukan oleh seorang Exponential Leader adalah memberikan tantangan yang pas, dan disesuaikan dengan anggota tim di dalam naungan kepemimpinannya.

2. Menjadi safety net yang siap menangkap ketika tim ‘terjatuh’

Segala hal yang berbeda dengan yang biasa kita lakukan pasti memiliki dua resiko. Resiko sukses dan resiko gagal. Sukses bisa mendatangkan kebanggaan, meningkatkan self-esteem, dan dapat berdampak pula pada karir seseorang. Termasuk pada anggota tim kita.

Demikian halnya ketika yang terjadi adalah kegagalan. Mulai dari rasa malu, bermunculannya cemoohan dari pihak lain, menurunnya self-esteem, hingga dampak buruk terhadap karir, hal tersebut sangat mungkin pula terjadi. Nah dampak-dampak dari kegagalan inilah yang bisa menjadi suatu yang momok yang sebisa mungkin dihindari oleh anggota tim.

Dalam hal ini, seorang Exponential Leader akan menempatkan dirinya menjadi sosok yang mampu menghadirkan rasa aman kepada anggota timnya. Rasa aman khususnya terhadap dampak-dampak negatif yang bisa muncul ketika yang terjadi adalah kegagalan.

3. Menunjukkan kepedulian dan memberikan dukungan yang bersifat personalize.

Ketika anggota tim kita melakukan sesuatu yang berbeda, tentu mereka akan menemui tantangan dan masalah yang bisa jadi sulit untuk mereka selesaikan. Baik masalah yang sifatnya teknis maupun psikologis. Masalah yang sifatnya langsung berhubungan dengan pekerjaan, atau bahkan masalah yang bersifat personal dan domestik.

Apa pun itu, masalah yang tidak terselesaikan berpotensi untuk menghambat performa anggota tim kita. Alih-alih berhasil melakukan hal yang berbeda, yang ada ia justru mengalami stagnansi bahkan kemunduran akibat dampak masalah yang datang kepadanya.

Itulah mengapa seorang Exponential Leader adalah ia yang secara kontinyu membangun hubungan yang didasari dengan spirit human being, bukan sekedar human doing dengan anggota timnya. Hubungan inilah yang bisa membantu dan mendorong anggota tim bisa tetap melaju dengan performa terbaiknya.

Dengan melakukan tiga hal di atas, maka Anda sebagai pemimpin sudah berada dalam jalur seorang Exponential Leader. Meski perlu diingat bahwa, masih terdapat sejumlah hal lain lagi yang tak kalah penting Anda lakukan sebagai seorang Exponential Leader yang mampu menggerakkan tim menghasilkan terobosan dalam rangka pencapapaintarget yang lebih tinggi.

Bagaimana dengan Anda? Sudah siapkah Anda menjadi seorang Exponential Leader dan melakukan tiga hal di atas?

Salam bertumbuh, salam SuksesMulia!

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends