Kubik Leadership / Lead for Impact

“Avoiding danger is no safer in the long run than outright exposure. The fearful are caught as often as the bold.”

Helen Keller

Saat ini kita tengah berada dalam sebuah era dimana melesatnya teknologi dan berseminya para kaum milenial begitu memberikan warna pada hampir semua aspek kehidupan kita. Termasuk bisnis. Begitu banyak lompatan kejayaan yang dialami oleh pelaku bisnis, dan sebaliknya, sebagian justru mengalami stagnansi, kemunduran, bahkan kematian yang naas. Mereka yang melesat tinggi adalah mereka yang mampu menampilkan diri menjadi pelaku-pelaku bisnis yang eksponensial, selaras dengan tuntutan era saat ini.

Lantas apa sebenarnya yang menjadi resep rahasia dibalik kesuksesan para pelaku eksponensial tersebut?

Salah satu hal yang pasti menjadi prasayarat untuk bisa mencapai sesuatu yang jauh lebih besar adalah tentunya dengan melakukan sejumlah hal berbeda dengan apa yang biasa kita lakukan saat ini. Bukan hanya berbeda, melainkan bisa jadi sangat menantang dan menguji diri kita hingga di level terdalam dan tersulit. Sesuatu yang mungkin adalah ketakutan terbesar kita. Ketakutan yang selama ini kita hindari setengah mati. Ya, adalah kepastian bahwa setiap diri pasti memiliki rasa takut akan sesuatu. Rasa takut yang disadari atau tidak, bisa menjadi tembok pembatas dengan keberhasilan eksponensial yang bisa kita hasilkan.

Hmm… memangnya sebagai seorang pemimpin yang notabene juga merupakan manusia pada umumnnya, apa saja sih jenis ketakutan yang bisa menghinggapi diri kita?

Terdapat sekian banyak sumber yang mengupas beragam jenis ketakutan dan dampak yang bisa ditimbulkan ketika ketakutan-ketakutan tersebut kita biarkan terus bersemayam di dalam diri kita. Secara personal misalnya, seperti yang ditulis oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul “The Bravest You: 5 Steps to Fight Your Biggest Fears, Find Your Passion and Unlock Your Extraordinary Life,”. Dalam buku ini ia menuliskan bahwa sebagai seorang individu, bisa jadi kita memiliki satu atau lebih dari sepuluh ketakutan ini, yaitu:

  1. Takut tidak mampu (The fear of inadequacy)
  2. Takut akan ketidakpastian (The fear of uncertainty)
  3. Takut gagal (The fear of failure)
  4. Takut ditolak (The fear of rejection)
  5. Takut ketinggalan (The fear of missing out)
  6. Takut akan perubahan (The fear of change)
  7. Takut kehilangan kendali (The fear of losing control)
  8. Takut dihakimi (The fear of being judged)
  9. Takut sesuatu yang buruk akan terjadi (The fear of something bad happening)
  10. Takut terluka (The fear of getting hurt)

Lebih spesifik lagi, ketakutan-ketakutan di atas bisa jadi bersumber dari hal-hal yang berbeda. Misalnya saja bagi para pemimpin yang menjalani peran sebagai pengusaha. Salah satu yang bisa dirasakan adalah takut akan yang namanya kegagalan. Dan lebih lanjut, rasa takut gagal ini pun sangat bervariasi kadarnya dan sumber yang menjadi penyebabnya.

Seperti hasil temuan riset yang ditampilkan dalam jurnal berjudul “A reconceptualization of fear of failure in entrepreneurshipyang menemukan adanya tujuh sumber yang dapat membuat seorang pelaku usaha merasa takut gagal. Yaitu,

  1. Keamanan finansial (financial security)
  2. Kemampuan untuk mendanai usaha (ability to fund the venture)
  3. Kemampuan diri / harga diri (personal ability/self-esteem)
  4. Peluang atas ide yang diusung (potential of the idea)
  5. Ancaman terhadap penghargaan sosial (threats to social esteem)
  6. Kemampuan usaha untuk bisa dieksekusi (the venture’s ability to execute)
  7. Biaya-biaya atas peluang (opportunity costs)

Hmmm…. Ternyata yang namanya takut itu ada banyak macam dan penyebabnya ya. Dan Anda sendiri, apakah saat ini sebagai seorang pemimpin Anda mengalami salah satu diantaranya? Jika iya, apakah Anda akan membiarkan rasa takut itu terus ada dan bahkan mendikte keputusan dan tindakan Anda?

Bagaimana cara untuk mengatasinya dengan tepat?

Jangan khawatir! Pada pelatihan Exponential Leadership yang akan digelar pada tanggal 5 & 6 November 2019, selain dibekali bagaimana cara untuk mampu menjadi sosok pemimpin yang mampu menggerakkan timnya untuk mencapai hasil yang eksponensial, para peserta juga akan dilatih untuk mampu memperlakukan ketakutan terbesarnya. Sehingga alih-alih menjadi penggembos kesuksesan, ketakutan tersebut justru diubah menjadi pendorong keberhasilan bagi setiap pemimpin dan mereka yang dipimpinnya! Bagaimana, Anda sudah siap untuk mengetahuinya?

 

Salam Exponential Leader! Salam SuksesMulia!

 

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends