Monday Knowledge: Kunci Membangun Trust & Respect

//Monday Knowledge: Kunci Membangun Trust & Respect

Monday Knowledge: Kunci Membangun Trust & Respect

Kubik Leadership / Lead For Impact

“Most good relationships are built on mutual trust and respect.”

(Kebanyakan hubungan yang baik dibangun oleh kepercayaan dan penghormatan satu sama lain.” – Mona Sutphen, Former White House Deputy Chief of Staff for Policy

Bisakah Anda menghormati orang yang tidak Anda percayai? Atau sebaliknya, bisakah Anda mempercayai orang yang tidak Anda hormati? Kebanyakan kita meyakini jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah tidak. Itulah mengapa trust (kepercayaan) dan respect (penghormatan) biasanya dibahas bersama karena memiliki keterkaitan yang erat.

Bob Whipple, pakar topik trust di organisasi menguraikan definisi trust dan respect dengan baik sekali. Ketika kita respect pada seseorang, artinya kita melihat dirinya berstatus tinggi di suatu faktor sehingga sangat menghargai pandangannya di faktor tersebut. Maka, ada alasan yang jelas ketika seseorang mendapat respect. Misalnya saja karena keahliannya, pengalamannya, kebijaksanaannya, kekayaannya, dan faktor-faktor lainnya.

Sementara jika kita trust pada seseorang, kita yakin bahwa apa yang orang itu lakukan sepenuhnya untuk kebaikan kita, meskipun mungkin kita tidak menyukainya pada saat itu. Trust juga berarti saya melihat ia melakukan apa yang dia katakan, melakukannya dengan baik, dan melakukannya untuk kebaikan bersama, bukan hanya untuk kepentingan pribadi.

Dengan demikian, bila kita kembali pada pertanyaan di atas, bisakah Anda menghormati orang yang tidak Anda percayai? Jawabannya bisa saja ya. Saya menghormati pengalaman atasan saya yang sudah sangat senior di perusahaan ini, namun saya tidak percaya sepenuhnya bahwa ia bisa membimbing karier saya. Di sisi lain, bisakah Anda mempercayai orang yang tidak Anda hormati? Jawabannya sudah pasti tidak. Respect adalah syarat awal terbentuknya trust. Saya menghormati atasan saya dengan kemampuan leadership-nya. Saya melihat bagaimana ia mendidik tim dan saya yakin saya akan ikut berkembang dengan menjadi bagian timnya.

  Kolaborasi atau Ko-Kreasi?

Trust dan respect jelas sangat berpengaruh terhadap performa bisnis. Stephen M. R. Covey menunjukkan bagaimana trust selalu mempengaruhi 2 hasil terukur, yaitu speed dan cost. Begitu trust menurun, maka kecepatan kerja (speed) menurun dan biaya (cost) meningkat. Begitu pula sebaliknya. Kita lihat kasus riil yang terjadi berikut ini.

Penetapan Sarbanes-Oxley, sebuah hukum federal Amerika Serikat yang bertujuan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar saham nasional. Setelah sebelumnya, terjadi skandal akuntansi di berbagai perusahaan yang merugikan para investor hingga milyaran dolar. Karena rasa percaya yang rendah, implementasi kepatuhan aturan ini berjalan sangat lambat dan memakan biaya yang sangat besar. Biaya untuk implementasi section 404 sendiri saja mencapai 35 milyar dolar, naik 28 kali lipat dari perencanaan awal yang sudah diestimasikan.

Seperti apa contoh yang terjadi ketika trust yang terbangun tinggi? Kita lihat saat CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffet dalam mendapatkan McLane Distribution, sebuah perusahaan seharga 23 milyar dolar dari Wal-Mart. Biasanya kesepakatan ambil alih usaha seperti ini butuh waktu berbulan-bulan dan biaya sekian juta dolar untuk penilaian kinerja perusahaan.

Namun karena kedua pihak menaruh kepercayaan tinggi satu sama lain, kesepakatan berhasil dibuat dengan rapat 2 jam saja dan jabat tangan. Kurang dari sebulan, semua sudah selesai. Buffet menuliskan di laporan tahunnya, “kami tidak melakukan penilaian kinerja perusahaan. Kami tahu semua akan sama seperti yang sudah disampaikan Wal-Mart dan terbukti memang sama.” Kepercayaan maksimal, kecepatan tinggi, biaya rendah.

Trust dan respect bukan sesuatu yang bisa kita peroleh dengan cuma-cuma dari orang lain. Sebagai Leader, kita perlu memperjuangkannya. Berikut ini cara-cara yang telah terbukti membuat trust dan respect orang lain berhasil kita dapatkan dan terus meningkat. Bahkan mampu membuat kita mendapatkannya kembali, bila sempat rusak sebelumnya.

  Peranan Coaching pada Kepemimpinan Transformasional

Pertama, tampilkan perilaku baik dalam kondisi sulit. Berperilaku yang baik di waktu-waktu tenang itu mudah, namun tidak ketika situasi semakin menekan. Kita cenderung berat untuk berpikir jernih, berkata-kata baik, dan berperilaku positif saat penuh dengan emosi negatif dan stres tinggi. Para pemimpin yang berhasil tetap menampilkan perilaku baik dalam kondisi sulit akan melahirkan trust dan respect dari timnya.

Kedua, berkomitmen bahwa YA artinya YA, TIDAK benar-benar TIDAK. Keputusan yang berubah-ubah dan tidak jelas akan menurunkan trust dan respect orang lain. Bila plin plan adalah keadaan yang saat ini menjadi ruang perbaikan diri Anda, pastikan untuk tidak terburu-buru menyampaikan sesuatu. Ambillah jeda untuk mempertimbangkan baik-baik, jika perlu minta tambahan waktu. Setelah menyampaikan keputusan Anda, bertahanlah dengan tegas. Sadari bahwa tidak ada keputusan yang ideal, pasti ada konsekuensi didalamnya.

Setelah tegas dengan keputusan, saat implementasi di lapangan pastikan untuk melakukan cara ketiga, penuhi janji. Jika Anda berjanji atau berkomitmen terhadap sesuatu, pastikan Anda memperjuangkan untuk memenuhinya dengan sekuat  tenaga. Terkadang memang kita dihadapkan dengan keadaan di luar kuasa kita sehingga kita tidak bisa memenuhi janji. Ada kalanya pula keputusan yang sudah kita buat ternyata salah. Maka cara keempat untuk membangun trust and respect ini menjadi sesuatu yang sangat penting.

Akui kesalahan Anda. Tidak ada orang yang sempurna, seberapa besar pun pengalaman atau kekuasaan yang Anda miliki saat ini. biarkan tim melihat ketika Anda menjadi Rock Star, maupun ketika Anda lemah dan membutuhkan dukungan tim. Dengan mengakui kesalahan, tim akan melihat diri Anda manusiawi, merasa lebih dekat dengan Anda, dan merasa berarti karena melihat dirinya dibutuhkan untuk membantu Anda bangkit.

  Sang Perusak: Conflict of Interest

Jika Anda perhatikan, keempat cara ini akan dapat Anda kuasai bila Anda mampu memimpin diri dengan baik. Selalu awali dari diri sendiri, setelahnya, Anda dapat memperbaiki dan menjaga timnya dengan memastikan komunikasi yang baik terus terjalin. Maka mutlak bagi para pemimpin untuk terus menempa self leadership-nya dari waktu ke waktu. Bila Anda merasakan trust dan respect penting untuk kesuksesan tim dan organisasi Anda, maka pelatihan ini bisa jadi jawaban untuk Anda:

Kubik Leadership Public Training

“Leadership’s Highest Calling – Unlocking The Potential of Other, but it Starts with You”

24-25 September 2018

Hotel Ibis Tamarin Jl KH. Wahid Hasyim No. 77 Jakarta

Informasi: (021) 29 400 100 / 082 111 999 022 (SMS/Call/Whatsapp).

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends
2018-09-19T12:04:28+00:00 September 17th, 2018|Tags: , , , , |

Leave A Comment