Kubik Leadership / Lead For Impact

Pemilihan umum tinggal sebentar lagi. Sebagai warganegara Indonesia, saatnya kita menentukan pilihan siapa pemimpin masa depan yang paling tepat untuk Indonesia. Cara menandainya mudah, dengan melihat apa visi misinya, mempelajari track recordnya, dan menandai siapa saja yang ada di sekitarnya. Seperti pepatah yang mengatakan, Lingkungan yang baik akan membuat seseorang menjadi baik dan lingkungan buruk akan membentuk pribadi yang buruk pula.

Visi pemimpin masa depan harus mampu berpikir jangka panjang, tidak hanya terbatas menjawab tantangan yang saat ini dihadapi Indonesia tetapi juga mampu memberi arahan jelas apa yang akan dicapai Indonesia di masa yang akan datang. Misinya juga dirumuskan dengan jelas, sasaran apa yang akan dicapai, tidak hanya dalam tataran ide, tetapi sudah sampai pada rencana details dan jelas. Cara berpikir jangka panjang adalah fungsi puncak otak manusia, karena hanya manusia saja yang dikaruniai Allah dapat berpikir jangka panjang.

Sekarang mari kita pelajari track record dan lingkungan calon pemimpin kita. Dalam neuroleadership, sebuah pemahaman bagaimana perilaku pemimpin terbentuk adalah berdasarkan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh syaraf syaraf otak (neuro). Pemimpin yang memiliki otak yang sehat pastilah juga menghasilkan perilaku sehat yang tercermin dengan sikapnya sehari hari.

Otak sehat adalah otak normal yang memiliki makna hidup yang baik dan memiliki spiritualitas tinggi. Otak normal sendiri adalah sebuah kondisi dimana otak dapat berfungsi dan bekerja dengan baik. Mewujudkan otak sehat syarat utamanya harus ber-otak normal, kemudian di lakukan intervensi/latihan yang melibatkan kecakapan berpikir dalam memaknai hidup dan nilai-nilai spiritulitas. Otak normal yang biasa digunakan untuk berpikir benar (kecakapan berpikir) dan terbimbing oleh etika dan nilai-nilai spiritulitas (nurani) akan menjadi Otak Sehat.

Bicara tentang makna hidup, menurut Victor E Frankl dalam teori logo terapi ,adalah arti dari hidup bagi seorang manusia yang terwujud dalam perilaku sehari hari dan membentuk jati dirinya. Makna hidup menjadi arah bagi hidupnya ke depan dan menjadi motivasinya dalam mencapai hal hal yang diingkannya dan itulah yang akan dipertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana seseorang mengaktualisasikan dirinya sungguh sungguh dan dapat menerima nasib serta memiliki keberanian dalam penderitaan. Bagi pemimpin, makna hidup bukan lagi berbicara tentang dirinya saja. Tetapi bagaimana keberadaannya dapat bermakna untuk lingkungan, bangsa, negara bahkan seluruh dunia.

Sekarang mari kita memahami apa yang dimaksud dengan spiritualitas tinggi. Menurut Burkhardt, spiritualitas adalah prinsip hidup seseorang untuk menemukan makna dan tujuan hidup hakiki serta hubungan dan rasa keterikatan dengan Tuhan yang maha tinggi atau sesuatu yang universal dan mengacu pada hal hal suci dalam kehidupan. Implementasinya terlihat pada perilaku dan sikap yang terbuka, memberi dengan penuh kasih dan memegang teguh nilai nilai kebaikan. Mereka yang memiliki nilai spiritualitas tinggi, dapat dipastikan memiliki moral yang tinggi pula.

Pemimpin yang memiliki spiritual tinggi dapat ditandai dari bagaimana secara positif ia memiliki tujuan keberadaanya di dunia, dapat mengambil hikmah dari sebuah kejadian meski mendapatkan penderitaan, menjalin hubungan positif dan dinamis dengan lingkungan atas dasar rasa percaya dan cinta kasih, memiliki integritas tinggi dan harga diri dan mengembangkan hubungan antar manusia dengan siapa saja secara universal.

Sebenarnya, mewujudkan otak sehat dapat diraih dengan mudah, dengan melakukan 6 kebiasaan sebagai berikut:
1. Memahami Otak
Otak bekerja dengan sistem yang sangat menakjubkan. Milyaran sel saraf membentuk trilyunan sambungan yang menentukan hebat tidaknya seorang manusia. Semakin banyak dan kuat sambungannya, memungkinkan manusia semakin hebat.Otak juga tumbuh dengan etika dan nilai-nilai. Semakin baik etika dan nilai yang dianut semakin hebat potensi otaknya

2. Mengolah Otak
Menjaga Otak agar tidak cidera dan menjaga fungsi organ tubuh lainnya agar tidak rusak dan mempengaruhi otak, dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti makan dan minum cukup, tidur dan istirahat cukup, juga menjaga dari stress

3. Mengasah Pikir
Dengan cara mengelola proses berpikir, seperti pemetaan masalah (problem mapping), pemecahan masalah (problem solving), berpikir kritis – analitis, berpikir kreatif – inovatif dan berpikir tumbuh.

4. Melatih Emosi
Miliki pengetahuan dan keterampilan mengelola marah (Anger Management), mengelola stress dengan mengubah stres menjadi daya dorong untuk kemajuan diri (Stress Management).

5. Kecakapan Sosial
Dapat diperoleh dari kecakapan interpersonal. Mulailah terampil membaca kehendak dan keinginan orang lain agar mudah beradaptasi dalam lingkungan dan menguatkan kerjasama tim

6. Nurani Yang Membimbing
Nurani disebut juga Spiritual, mengandung nilai-nilai kemuliaan seperti ikhlas, sabar, ridho, syukur, kejujuran (integritas), empati dan lain sebagainya. Termasuk mengelola sesuatu yang dipersepsi sebagai takdir/talenta yang tak bisa diubah. Temukan hidup yang penuh makna untuk meraih kebahagiaan.

Sudah terbayang seperti apa semestinya otak calon pemimpin masa depan? Jika sudah, saatnya Anda menetapkan pilihan Anda dengan bijaksana.

Supaya tau bagaimana menetapkan pilihan yg tepat, Yuk belajar dan berlatih di Public Training Neuroleadership – Embrace Your Brain to Become Agile LEADER, yang akan diadakan pada tanggal 11-12 April 2019 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta!

Apalagi yang Anda Tunggu? Segera daftarkan diri Anda ⚠

Link pendaftaran 👉 http://bit.ly/NEUROLEADERSHIP
Informasi (021) 29 400 100 / 082 111 999 022

Selamat memilih!
Salam SuksesMulia

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends