Kubik Leadership / Lead for Impact

 

Mereka gampang bosan.
Mereka begitu posesif pada gadgetnya.
Mereka suka dengan yang serba cepat dan instan.
Mereka lebih memilih pengalaman ketimbang aset.
Mereka mampu menghasilkan karya dengan kreasi tanpa batas.

Dan merekalah yang kini memberikan warna pada setiap hela nafas perusahaan dan organisasasi, tanpa kecuali.

Familiar dengan ciri-ciri di atas? Anda sudah bisa menebak siapakah mereka yang saya maksud? Jika Anda menebak bahwa mereka adalah kaum milenial, Anda tepat! Betul sekali, ciri-ciri di atas adalah sebagian ciri dari kaum milenial yang kini kehadirannya tak luput dari perusahaan dan organisasi tempat kita berada.

Kehadiran sebuah generasi tentu akan memberikan pengaruh pada banyak hal. Sistem yang berlaku, tatanan yang ada, pola interaksi, dan pemrioritasan mana hal yang lebih bernilai (valuable) dibanding hal-hal lainnya.


This chart reveals a huge difference in how millennials and their parents spend money (Graham Rapier, Business Insider; US 2017)

Seperti saat ini. Kehadiran kaum milenial telah menggeser peta nilai dari pola konsumerisme di masyarakat secara global. Mereka menuntut agar setiap produk dan layanan yang diberikan dapat dihadirkan secara lebih cepat, lebih baik, lebih murah, dan lebih mampu memberikan pengalaman yang dirasa nyaman. Jika tidak, mereka tidak akan segan untuk segera beralih ke ‘toko sebelah’. Bahkan tanpa rasa sungkan. Dan hal ini semakin difasilitasi dengan kecepatan laju teknologi yang kini bisa membuat segala sesuatu yang awalnya bahkan tidak terpikirkan bisa betul-betul terjadi.

Akibatnya, para pelaku industri pun kini harus terus memutar otak untuk bisa terus menghasilkan sesuatu yang bisa diadopsi oleh para kaum milenial. Apa lagi dan apa lagi, itu menjadi suatu pertanyaan yang kini hadir dalam siklus waktu yang lebih pendek. Karena jika kalah cepat, maka siapapun bisa menyalip bahkan tanpa menunggu sampai di tikungan. Serta penyalip tersebut bisa datang dari latar belakang industri yang sama sekali berbeda.

www.ibm.com/csuitestudy @2015 IBM Corporation

Ya, kehadiran para kaum milenial telah menjadi salah satu pemicu lahirnya sebuah era yang tidak cukup lagi bagi para pelaku industri untuk menghasilkan sesuatu dengan ritme dan pola peningkatan yang incremental. Melainkan kini, diperlukan peningkatan yang eksponensial untuk bisa terus berada dalam kancah ‘permainan’. Sebut saja sejumlah pemain seperti seperti pengusaha ritel dan jasa transportasi yang terpaksa menutup sejumlah gerai atau pangkalannya, dan secara bersamaan dibarengi dengan merumahkan ratusan pekerjanya.

Lantas apakah hal yang paling diperlukan untuk bisa membawa sebuah tim atau organsisasi bisa secara kontinyu menghasilkan peningkatan yang eksponensial? Apakah kemampuan berkreativitas dan berinovasi? Kemampuan penguasaan data dan teknologi yang super mumpuni? Dana selangit untuk diinvestasi? Atau apa?

Faktanya, melakukan sebuah perubahan bukanlah perkara yang mudah. Pada sejumlah riset yang dikulik dalam artikel Organizations Cant’s Change if Leaders Can’t Change with Them di Harvard Business Review di tahun 2016, diketahui bahwa 60-70% inisiasi perubahan kerap mengalami kegagalan. Wow!

Lebih menariknya lagi, sebuah riset lain yang meneliti penyebab kegagalan pada inisiatif perubahan adalah, ternyata alasan nomor 1 yang menyebabkan inisiatif perubahan mengalami kegagalan adalah lemahnya peran kepemimpinan dalam mengawal perubahan. Hal ini disampaikan oleh John Kotter, yang merupakan professor di Harvard Business School dan penulis Leading Change.

Kedua temuan di atas menegaskan bahwa kepemimpinan adalah prasyarat utama untuk bisa membawa sebuah tim atau organisasi berubah dari satu titik ke titik yang lebih tinggi. Karena tanpa kepemimpinan yang tepat, salah salah semua investasi dan upaya yang telah dikeluarkan akan berakhir sia-sia. Maka jika saat ini kita tengah berada pada era yang eksponensial, dan kita ingin mengubah diri menjadi tim/organisasi yang mampu mencapai hasil yang eksponensial, mulailah dengan melihat kembali para pemimpin di dalam organisasi kita.

Sudahkah para pemimpin di dalam organisasi kita layak disebut pemimpin yang eksponensial?

Sudahkah para pemimpin di dalam organisasi kita mampu menggerakkan anggota timnya mencapai hasil yang eksponensial?

Jika jawaban Anda adalah belum, tenang saja karena Anda tidak sendirian. Dan kabar baiknya, kepemimpinan adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Termasuk bagaimana untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang eksponensial!

So, yuk temukan, rasakan, pelajari dan latih diri Anda dan para pemimpin di organisasi Anda untuk menjadi pemimpin yang eksponensial dengan mengikuti Training Exponential Leader yang akan dilaksanakan pada 5-6 November 2019. Dapatkan kesempatan untuk meningkatkan diri menjadi seorang pemimpin yang mensukseskan perubahan menuju tim yang eksponensial, dan bukan malah menjadi penggembos perubahan!

Informasi dan pendaftaran KLIK bit.ly/ExponentialLeader2019

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends