Monday Knowledge : Murah Saja Tidak Cukup

//Monday Knowledge : Murah Saja Tidak Cukup

Monday Knowledge : Murah Saja Tidak Cukup

 

Kubik Leadership / Lead For Impact

Tuntutan untuk memuaskan konsumen tidak seringan dahulu. Konsumen sekarang punya akses informasi yang luas untuk menemukan penyedia barang atau jasa yang paling sesuai untuknya. Biasanya ada 3 faktor yang menentukan, yaitu harga yang terjangkau, tersedia dengan cepat, dan kualitas yang tinggi.

Dari ketiga faktor tersebut, masih banyak yang fokusnya hanya di harga. Ragam pilihan low budget mengalihkan perhatian pada kualitas dan servis. Dimaklumi deh menunggu tanpa kepastian kapan jalan, tidak apa lah rusak-rusak melulu. Namanya juga murah. Kita ajukan komplain saja, agar kedepannya lebih baik. Tapi kenyataannya tidak ada perubahan signifikan.

Dalam dunia pengembangan SDM pun kita dapat menemukan situasi yang serupa. Pemimpin-pemimpin yang memandang bahwa pengembangan SDM hanyalah aktivitas nice to have. Akhirnya dieksekusi seadanya dan mencari yang biayanya termurah. Program pun hanya sekali event tanpa follow up, tapi berharap kinerja maksimal usainya. Tentunya ini kurang realistis.

Ada sebuah ungkapan yang dipopulerkan oleh Henry Ford. S’atu-satunya hal yang lebih buruk dari mengembangkan karyawan Anda kemudian dia keluar dari perusahaan adalah: tidak mengembangkan karyawan Anda dan dia tetap bertahan di perusahaan.’ Ungkapan ini menunjukkan bahwa pengembangan yang sudah Anda lakukan tidak akan sia-sia.

Banyak kasus dimana karyawan yang pamit dengan apresiasi pada perusahaan yang ‘membesarkan’nya, menjalin kerja sama di kemudian hari atau memberikan rekomendasi positif pada orang lain tentang servis perusahaan tersebut. Disisi lain, karyawan yang tidak Anda kembangkan namun tetap bertahan berpotensi menjadi beban perusahaan karena skillnya di kemudian hari sudah tidak relevan dan kinerjanya terus menurun.

Maka itu, Ilona Hetsevich dari recruiter.com tegas menyampaikan bahwa memprioritaskan pengembangan karyawan di perusahaan sangat krusial. Murah saja tidak cukup, perhatikan juga kualitasnya. Ilona menyebutkan ada empat keuntungan utama dari mengembangkan karyawan.

  Manfaat Menerapkan Perilaku Positif dalam Pekerjaan

Program pengembangan dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Loyalitas karyawan pun meningkat karena ia merasa berharga dan diapresiasi. Efeknya turn over yang dapat berefek pada financial loss menurun. Terakhir adalah fleksibilitas dalam menghadapi pasar. Orang-orang yang dikembangkan secara rutin dan sungguh-sungguh akan lebih adaptif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dengan cepat.

Murah saja tidak cukup, tapi bukan berarti Anda harus memaksakan sesuatu diluar kesanggupan Anda. Yang terpenting dalam program pengembangan adalah Anda memulainya segera dan mengeksekusi program dengan sungguh-sungguh. Tidak sekedar karena ini bagian dari rencana kerja departemen Anda namun karena Anda memiliki misi yang kuat untuk melihat transformasi orang-orang di dalam perusahaan Anda, secara mental, skill, maupun kinerja.

Berikut ini beberapa ide program pengembangan yang terbukti memberikan hasil saat dilakukan dengan konsisten. Bagi Anda yang ingin mulai mengembangkan karyawan dengan budget yang terbatas, bisa mempraktekannya.

Pertama adalah mengadakan book club. Pilihlah sebuah buku rekomendasi bulan ini, atau per triwulan. Setiap orang membaca buku tersebut, kemudian mendiskusikannya dalam sebuah forum usai meeting atau secara informal sambil makan siang. Minta tiap orang mempraktekan isi buku tersebut kemudian berbagi apa yang berhasil dan apa yang belum kemudian apa yang perlu disesuaikan kedepannya. Pastikan Anda membaca bukunya terlebih dahulu sehingga Anda dapat memastikan buku dan topiknya selaras dengan kultur perusahaan dan kebutuhan saat ini.

Kedua adalah mentoring. Program ini cocok untuk membantu mengembangkan pemimpin baru. aturkan pertemuan tatap muka dengan memasangkan manajer yang berpengalaman dengan manajer baru. berikan topik yang akan menjadi fokus percakapan mereka. Misal, bagaimana memprioritaskan waktu, memberikan feedback, mengelola keputusan srategis, dan seterusnya. Buat pertemuan per 2 minggu dimana setelah mentoring, manajer baru mempraktekan dan melaporkan hasilnya pada pertemuan berikutnya.

  Proaktif

Ketiga adalah meeting besar. Kumpulkan seluruh tim seminggu sekali atau sebulan sekali. Gunakan pemicu diskusi dengan video pendek (sekitar 10 menit) yang bisa Anda peroleh dengan mudah di youtube. Ajukan pertanyaan yang menggugah diskusi tentang bagaimana tim bisa mengaplikasikan konsep di video tersebut dalam pekerjaannya. Kemudian dorong mereka untuk benar-benar mempraktekannya dan melaporkan hasilnya.

Terakhir, bekerja sama dengan mitra eksternal untuk target tertentu. Investasi terhadap pengembangan kepemimpinan untuk sejumlah orang yang tepat, layak dilakukan. Ini menunjukkan komitmen Anda pada talent-talent terbaik. Temukan mitra eksternal yang bersedia memberikan customized solution sesuai dengan kekhasan organisasi dan kebutuhan yang menjadi prioritas Anda. Termasuk, yang bisa menyesuaikan bentuk treatment dengan budget yang Anda miliki. Jangan terjebak pada mitra yang hanya memberikan Anda produk generik miliknya.

Sekali lagi, murah saja tidak cukup dalam program pengembangan SDM Anda. Perhatikan juga kualitas prosesnya dan target waktu yang direncanakan. Ketika Anda menyelaraskan semuanya, dibarengi dengan konsistensi dalam eksekusi, lihatlah bagaimana SDM Anda semakin bersinar, dan tentunya membawa benderang bagi suksesnya organisasi Anda.

Salam SuksesMulia!

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends
2018-11-05T14:41:22+00:00 November 5th, 2018|Tags: |

Leave A Comment