Kubik Leadership / Lead for Impact

Saat ini kita tengah berada di era eksponensial. Maka Anda sadari atau tidak, apa pun yang saat ini Anda putuskan dan lakukan sebagai pemimpin akan berdampak pada akhir kisah tim Anda, dan bahkan organisasi Anda. Apakah akhirnya tim dan organisasi Anda berhasil menjadi contoh sukses organisasi yang eksponensial, atau justru menjadi sebuah contoh kegagalan yang menyisakan penyesalan?

Keputusannya ada pada Anda sebagai pemimpin. Tak peduli seberapa luas atau sempitnya area kontrol Anda. Ya, karena Anda adalah pemimpin. Maka Anda memiliki tanggungjawab atas siapa pun dan apa pun yang ada di dalam naungan kepemimpinan Anda.

Nah, katakanlah saat ini Anda telah memilih untuk sadar penuh melakukan aksi-aksi yang eksponensial bersama tim Anda. Maka sebagai konsekuensinya, upaya yang Anda dan tim lakukan tentulah lebih besar dan lebih menantang daripada biasanya. Dan konsekuensi lanjutannya adalah, tim Anda bisa berada pada kondisi yang membuatnya merasakan kesulitan. Kesulitan yang jika tidak ditangani dengan tepat maka akan menghadirkan dampak-dampak negatif bagi diri tim Anda secara personal, dan juga kepada orang-orang di sekitarnya.

Lantas, apa yang tepat untuk Anda lakukan dalam menyikapi kesulitan yang dihadapi tim Anda?

“The leaders who get the most out of their people are the leaders who care most about their people.”

Sehebat dan sekuat apa pun tim Anda, mereka tetaplah manusia yang memiliki perasaan. Dan bicara tentang perasaan atau emosi, telah begitu banyak penelitian dan fakta menunjukkan bahwa emosi seseorang memiliki dampak terhadap pengambilan keputusan dari orang tersebut. Apa yang akan ia lakukan, apa yang akan ia abaikan, bagaimana ia melakukan sesuatu, apakah ia terus bersedia melakukan sesuatu, dan seterusnya. Termasuk pada akhirnya keputusan untuk tetap melakukan aksi-aksi eksponensial bersama-sama di dalam tim Anda, atau justru keputusan untuk berhenti dan meninggalkan tim Anda.

Maka untuk menjadi pemimpin yang juga mampu memimpin emosi anak buahnya, penting bagi Anda untuk secara tepat memperlakukan kebutuhan emosi setiap anak buah Anda. Dan bisa jadi, diperlukan pendekatan yang berbeda untuk kebutuhan dan situasi yang berbeda.

Sebelum memutuskan apa saja pendekatan yang tepat untuk dilakukan, maka terlebih dahulu sebagai pemimpin kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan dari setiap orang.

Dan aksi yang bisa kita lakukan adalah dengan mendengar aktif. Bukan hanya sebatas mendengar kata yang diucapkan, melainkan mendengar dengan menggunakan segenap diri Anda. Mendengar apa yang diucapkan dan tidak diucapkan. Menangkap apa yang tersirat dan yang tersurat. Dengan mendengar kita akan mampu menangkap apa yang menjadi kegelisahan terdalam mereka.

Dalam sebuah artikel keluaran Harvard Business Review yang berjudul The Power of Listening in Helping People Change dituliskan sejumlah manfaat yang bisa dihasilkan ketika seseorang melakukan proses mendengar aktif. Diantaranya adalah, pihak yang kita dengarkan akan bisa menjadi lebih rileks, lebih self-aware, lebih terbuka dan mampu menunjukakan sikap yang lebih jelas terkait isu yang dibahas.

Lantas teknik mendengar seperti apakah yang bisa membuat kita mendapatkan analisa kebutuhan yang tepat? Dan apa saja pendekatan yang bisa kita lakukan dari hasil analisa yang kita lakukan? Untuk mengetahui dan melakukan praktek secara langsung, jangan lupa daftarkan diri Anda di Training Exponential Leadership pada 5-6 November 2019 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel.

Salam Exponential Leader, Salam SuksesMulia!

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends