Monday Knowledge: Temukan 90 Menit Waktu Terbaik Anda Untuk Menjadi Luar Biasa

Home/Articles/Monday Knowledge: Temukan 90 Menit Waktu Terbaik Anda Untuk Menjadi Luar Biasa

Monday Knowledge: Temukan 90 Menit Waktu Terbaik Anda Untuk Menjadi Luar Biasa

Kubik Leadership / Lead For Impact

Sering kita temui karyawan yang merasa kekurangan waktu karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan. Alih alih mengerjakan, orang tersebut malah tidak melakukan apa apa karena bingung harus mengerjakan apa dulu. Ada juga yang merasa waktunya habis dialokasikan untuk bekerja tanpa henti hingga kelelahan, tapi saat ditanya apa saja yang sudah dilakukan dan apa hasil hari ini, ternyata tidak significant alias tidak produktif.

Jika waktu yang menjadi persoalan, rasanya kurang tepat. Waktu yang dimiliki setiap orang sama. Tetapi kenapa banyak karyawan bisa menyelesaikan tantangan yang ada bahkan bisa berprestasi cemerlang dan mengukir prestasi? Sementara lainnya terus saja berburu dengan waktu menyelesaikan pekerjaannya?

Rahasianya adalah strategi managemen waktu yang baik, dengan memanfaatkan energi di saat yang tepat untuk melakukan lebih banyak pekerjaan dengan kualitas terbaik. Cermati kapan biasanya Anda memiliki energi dan konsentrasi terbesar? Di saat Anda merasa paling hidup, berenergi, kreatif, optimis dan antusias. Apakah di pagi hari? Siang? Atau menjelang sore?

Salah satu kunci produktif adalah mengurangi gangguan yang bisa menurunkan konsentrasi. Maka selanjutnya, lakukan analisa, kapan biasanya Anda mendapat gangguan yang bisa memecah konsentrasi? Waktu yang paling produktif adalah waktu saat Anda merasa paling berenergi dan pada saat yang sama gangguan paling rendah. Tidak perlu lama lama, cukup 90 menit saja. Jika gangguan dari luar tidak dapat diprediksi kapan datangnya, Andalah yang harus mengontrolnya.

Kenapa 90 menit? Penelitian siklus kerja menunjukkan bahwa kebanyakan orang bekerja paling baik dalam siklus 90 menit. Prinsip ini dibangun di atas ritme ultradian tubuh kita. Dalam durasi 90 menit, tubuh kita akan menghasilkan energi yang luar biasa. Kita tidak bisa memperpanjang durasi itu, meski dengan kafein ataupun asupan gula. Seperti yang ditulis Drake Bauer seorang peneliti psikologi pendidikan, yang membuat penelitian bagaimana ilmu saraf dan psikologi dapat diterapkan untuk meningkatkan praktik pendidikan dengan cara yang nyata.

  Ciptakan Budaya Inovatif di Tempat Kerja

Pada penelitiannya di beberapa perusahaan yang berkembang pesat, Bauer menemukan dengan menerapkan siklus 90 menit, output yang dihasilkan sangat baik. Dengan mengidentifikasi siklus 90 menit di setiap hari ( boleh dua siklus, tiga, empat bahkan lebih) karyawan benar benar dapat berkonstentrasi penuh dan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dengan maksimal.

Penelitian tentang waktu efektif 90 menit juga dilakukan oleh seorang ahli bernama Anders Ericcson terhadap beberapa pemain biola di Berlin Academy of music. Para pemain biola terbaik selalu berlatih diri dalam rentang waktu 90 menit dan setelah itu istirahat sebentar sebelum mulai berlatih lagi.

Tidak semua pekerjaan sama. Berbagai jenis pekerjaan memerlukan tingkat output energetik yang berbeda. Beberapa pekerjaan mungkin benar-benar menguras mental, sementara pekerjaan lain mungkin memberi energi dan menyenangkan. Identifikasi pekerjaan ini dengan teliti. Lakukan tugas-tugas yang paling menuntut saat Anda berada pada energi terbesar, dan distribusikan tugas-tugas yang kurang menuntut di jam lain.

Sebagai contoh, Anda melihat potensi energi terbaik yang Anda miliki adalah di jam 9, 11 dan 15, maka susunlah rencana kerja Anda menggunakan waktu tersebut. Untuk seorang sales misalnya, di jam 9, bisa digunakan menelefon client yang listnya telah disiapkan sebelumnya. Di jam 11 Anda bisa membuat janji bertemu klien untuk presentasi dan di jam 15 bisa Anda lakukan menulis hasil meeting sekaligus membuat proposal yang efektif.

Yang harus di ingat, diantara siklus tersebut jangan berpikir dalam gelombang beta, dan jangan lakukan pekerjaan yang menguras konsentrasi tinggi karena akan sangat melelahkan dan akhirnya energi Anda akan terbagi, tidak lagi mendapatkan momentum lonjakan energi.
Di banyak penelitian menunjukkan bahwa performa kerja seseorang dapat menurun drastis apabila mereka bekerja terus menerus tanpa henti.

  Mengapa Ada Orang Semakin Kaya?

Lakukan hal ringan namun tetap berarti seperti melakukan pencarian data berkaitan dengan perusahaan yang akan Anda dekati atau menambah pertemanan linked in untuk memperluas jaringan. Bisa juga dengan belajar product knowledge agar proposal dan presentasi yang dihasilkan semakin keren dan menghasilkan deal.

Bahkan untuk menstimuli lonjakan energi di fase berikutnya, istirahat sambil ngobrol santai atau berjalan di taman dapat dijadikan salah satu alternatif .

Salam SuksesMulia!

 

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends

Leave A Comment

1
×
Salam SuksesMulia,

Terima kasih telah mengunjungi Kubik Leadership - HR partners specializing in Leadership and Personal Development.

Ada yang bisa kami bantu untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda?

klik icon whatsapp dibawah ini.