fbpx

Kubik Leadership

Pegang Kendali Hidup Anda dengan Self-Leadership

giant hand shining flashlight front businessman 74855 19788

Kewalahan dengan pekerjaan yang menumpuk? Merasa bahwa Anda terbawa arus dengan banyaknya tuntutan dari berbagai sisi? Apakah Anda mudah menyerah ketika menghadapi sebuah tantangan? Bisa jadi yang Anda butuhkan adalah kemampuan untuk memegang kendali dan memimpin hidup Anda sendiri, atau yang disebut juga self-leadership.

Sebuah istilah yang pertama kali digunakan oleh Charles C. Manz, self-leadership diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi dirinya sendiri, baik untuk mengerjakan hal yang dianggapnya memotivasi maupun yang tidak memotivasi dirinya untuk bekerja. Dengan self-leadership, seseorang mampu untuk memotivasi dan memimpin diri mereka untuk mencapai hasil yang diinginkannya. Pada orang yang memiliki self-leadership, ia mengetahui apa yang harus dilakukan, mengapa hal tersebut perlu untuk dilakukan, dan bagaimana melakukannya.

Lalu, bagaimana Anda dapat menerapkan self-leadership ini? Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat Anda terapkan:

  1. “Knowing yourself is the beginning of all wisdom” – Aristotle

Dengan mengenali diri Anda sendiri, Anda akan mengetahui apa kesukaan Anda dalam sebuah pekerjjaan. Jika Anda menemukan bahwa terdapat satu, atau bahkan lebih, aspek yang disukai dalam pekerjaan, maka hal tersebut akan membuat Anda lebih senang dalam bekerja. Anda dapat melakukan ini dengan memfokuskan pikiran Anda pada bagian yang Anda sukai, atau dengan membuat suasana bekerja menjadi lebih menyenangkan. Dengan sendirinya, Anda juga akan termotivasi untuk bekerja.

  1. “Setting goals is the first step in turning the invisible into the visible” – Tony Robbins

Sebagai self-leader yang mengetahui apa yang diinginkannya, maka Anda juga perlu untuk menetapkan tujuan Anda. Setelah menetapkan tujuan, Anda akan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan terlebih dulu dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Gunakan pengingat untuk tetap terfokus pada tujuan Anda, dan jangan lupa untuk memberikan reward kepada diri sendiri ketika telah berhasil mencapai tujuan. Penelitian dari Politis (2005) menemukan bahwa strategi yang befokus pada perilaku, seperti yang telah disebutkan di atas, juga akan meningkatkan kepuasan kerja.

  1. “Rule your mind or it will rule you” – Horace

Strategi ketiga adalah dengan mengubah pola pikir Anda, atau yang disebut juga thought self-leadership. Dengan mengubah pola pikir Anda menjadi lebih positif dan optimistis, Anda menjadi lebih siap ketika dihadapkan dengan sebuah masalah. Masalah tersebut tidak lagi dianggap sebagai hambatan, melainkan sebuah tantangan yang dapat Anda lalui. Anda dapat melakukannya dengan meyakinkan diri Anda bahwa Anda mampu, atau dengan membayangkan bahwa Anda akan berhasil dalam pekerjaan Anda. Penelitian dari Quintero et al. (2014) juga menemukan bahwa thought self-leadership dapat meningkatkan performa kerja dalam tim.

Manfaat dari self-leadership tidak hanya berhenti pada meningkatnya kepuasan kerja ataupun meningkatnya performa kerja dalam tim. Self-leadership dapat membuat Anda menjadi lebih inovatif dan lebih kreatif dalam bekerja (Carmeli et al., 2006; DiLiello & Houghton, 2006). Self-leadership juga ditemukan dapat meningkatkan self-efficacy, atau keyakinan Anda untuk meraih hal yang diinginkan (Prussia et al., 1996).

Akhir kata, jadilah seseorang yang mampu memegang kendali atas hidup Anda sendiri. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu, termasuk untuk mengembangkan kemampuan self-leadership dalam diri Anda. Jika bukan sekarang, kapan lagi?

 

Sumber

Carmeli, A., Meitar, R., & Weisberg, J. (2006). Self‐leadership skills and innovative behavior at work. International Journal of Manpower, 27(1), 75–90. https://doi.org/10.1108/01437720610652853 

DiLiello, T. C., & Houghton, J. D. (2006). Maximizing organizational leadership capacity for the future. Journal of Managerial Psychology, 21(4), 319–337. https://doi.org/10.1108/02683940610663114 

Manz, C. C. (1986). Self-Leadership: Toward an Expanded Theory of Self-Influence Processes in Organizations. The Academy of Management Review, 11(3), 585. doi:10.2307/258312

Manz, C. C. (1992). Self-leadership . . . the heart of empowerment. The Journal for Quality and Participation, 15(4), 80. Retrieved from https://www.proquest.com/scholarly-journals/self-leadership-heart-empowerment/docview/219147095/se-2

Politis, J. D. (2006). Self‐leadership behavioural‐focused strategies and Team Performance. Leadership & Organization Development Journal, 27(3), 203–216. https://doi.org/10.1108/01437730610657721 

Prussia, G.E., Anderson, J.S. and Manz, C.C. (1998), Self-leadership and performance outcomes: the mediating influence of self-efficacy. J. Organiz. Behav., 19: 523-538. https://doi.org/10.1002/(SICI)1099-1379(199809)19:5<523::AID-JOB860>3.0.CO;2-I

  Stewart, G. L., Courtright, S. H., & Manz, C. C. (2011). Self-Leadership: A Multilevel Review. Journal of Management, 37(1), 185–222. https://doi.org/10.1177/0149206310383911



Leave a Reply

29 + = 32

Open chat
1
Salam SuksesMulia,

Terima kasih telah mengunjungi Kubik Leadership - HR partners specializing in Leadership and Personal Development.

Ada yang bisa kami bantu untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda?

klik icon whatsapp dibawah ini.