Kubik Leadership / Lead for Impact

Leaders,

Apa yang kita hadapi di era pandemi ini adalah hal yang di luar radar kita sebelumnya.

Bagi beberapa perusahaan yang sudah steady dan punya rencana mitigasi untuk mengamankan kondisi perusahaan di situasi sulit, mungkin saat ini sampai beberapa bulan ke depan masih bisa leluasa bernafas meskipun oksigen tidak semelimpah dulu. Namun, bagi perusahaan yang masih dalam proses berkembang, belum punya rencana mitigasi saat menghadapi situasi sulit, bernafas bisa jadi hal yang sulit dilakukan saat ini. Apalagi, banyaknya faktor yang mempengaruhi prediksi kapan ini akan berakhir hampir semuanya ada di luar kendali membuat kita belum punya cukup data untuk bisa akurat memprediksi masa depan.

Ya, ini adalah situasi yang tidak mudah, karena masalah bukan hanya ada di internal kita, tapi juga di eksternal kita. Hulu ke hilir, semua terkena dampak dari pandemi covid19 ini. Agar bisa survive, tidak ada cara lain selain kita ‘berdansa’ menyesuaikan diri dengan segala jenis perubahan ini. Dan, sebagai seorang leader, tentu andalah yang perlu memberikan arahan pada tim anda mengenai dansa seperti apa yang perlu mereka lakukan. Andalah yang perlu mengarahkan mereka; gaya dansa apa yang cocok untuk mereka, bagaimana melakukan setiap gerakannya, mana keterampilan spesifik yang perlu mereka latihkan dulu agar bisa berdansa dengan luwes, kemana arah gerakan dansanya (apakah 2 langkah ke kanan lalu 4 langkah ke kiri, atau sebaliknya), dll. Andalah yang perlu memimpin di depan agar perusahaan anda berhasil survive melalui semua ini. Nasib banyak orang dan banyak keluarga, bergantung pada kepemimpinan anda.

Kita sepakat bahwa keterampilan fokus pada solusi dan kejernihan melihat peluang di situasi ini memang menjadi penting untuk anda bisa memimpin tim seperti itu. Namun, seperti yang disampaikan di setiap penerbangan, secure your own mask before assisting other. Anda perlu lepas dari emosi tidak berdaya dulu, baru bisa mengajak diri anda dan anak buah anda berpikir fokus pada solusi. Anda perlu berpikir jernih dulu, sebelum mengajak orang lain berpikir jernih.

Maka, berpikir fokus pada solusi ini akan lebih mudah anda lakukan jika anda sudah tidak terbelenggu oleh emosi-emosi yang tidak memberdayakan yang wajar anda rasakan di situasi seperti ini. Karena itu adalah kewajaran di situasi krisis, maka tidak berarti anda lemah ketika merasakan munculnya emosi-emosi tidak berdaya itu. Itu hanya bukti, anda adalah manusia. Namun, berhasil atau tidaknya anda untuk kembali berdaya, untuk kembali bisa berpikir jernih, ditentukan oleh seberapa mampu anda meregulasi diri di situasi ini.

 

Ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk bisa meregulasi diri:

1. Kenali ragam emosi yang muncul dan efeknya pada diri anda. Ini bisa dilakukan dengan membuat jurnal setiap harinya. Tuliskan apa saja yang anda pikirkan dan anda rasakan di hari itu. Ini dapat meningkatkan keterampilan self awareness anda.

2. Kenali setiap kekuatan dan kelebihan diri sebagai seorang leader, yang jadi modal anda untuk berhasil melalui tantangan kepemimpinan ini.

3. Cari teman atau profesional tempat anda merasa aman menunjukkan sisi manusiawi anda, sekaligus teman yang bisa membantu anda fokus pada apa yang ada di depan bukan fokus ke belakang.

Lakukan 3 hal ini, maka saya yakin anda akan siap kembali memimpin di depan, bukan hanya dengan keberanian, tapi juga dengan pemahaman diri yang makin dalam sehingga akan makin memudahkan anda dalam menggerakkan anak buah anda.

Selamat mencoba, leaders.

Salam SuksesMulia!

Aisya Yuhanida Noor
Psychologist and Coach