Kubik Leadership/ Lead for Impact

 

The man who grasps principles can successfully select his own methods. The man who tries methods, ignoring principles, is sure to have trouble.” -Ralph Waldo Emmerson

Saya yakin Anda telah mengenal atau mendengar banyak teori dan konsep kepemimpinan. Katakan seperti : Managerial Grid – Blake, & Mouton, Situational Leadership – Hersey & Blanchard, Five Rules Leadership Code – Dave Urlich, 360 degree Leadersip – John C Maxwell dan yang akhir akhir ini banyak dibahas Transformatioal Leadership oleh MacGregor Burns, seiring dengan berkembangnya pendekatan coaching dalam pengembangan sumber daya manusia.

Konsep tersebut pada umumnya membahas tentang peranan pemimpin antara lain membangun visi pribadi dan organisasi, menyelaraskan anggota tim dan menggerakkan tim dalam mencapai visi. Serta fungsi pemimpin bagaimana ia setiap hari membantu tim, memotivasi dalam keseharian mereka untuk meraih progress yang positif dan berarti dalam pekerjaannya baik secara professional maupun Pribadi.

Dalam pemahaman saya, pengaruh sebagai bagian terpenting dalam menjalankan peranan pemimpin tergantung besarnya ‘power’ yang dimilikinya. Baik itu secara formal karena kedudukannya (kemampuan memaksa, kekuasan karena mampu memberikan reward ataupun legiminasi yg diberikan kepada seseorang) ataupun personal power (moral – kharisma, keahlian tertentu ataupun referensi).

Tetapi semua itu (peran, fungsi dan kekuasaan yang dimiliki) ternyata tidak cukup untuk menjadikan sebenar benar pemimpin. Jika nyatanya pemimpin belum memiliki atau menemukan alasan mengapa dan untuk apa peranan itu diemban dan dijadikan pegangan khususnya dalam keputusan dan tindakannya. Ia harus memiliki ‘tujuan inti’. Karena ini merupakan alasan paling mendasar atas keberadaannya di dunia ini sebagai seorang pemimpin. Entah di organisasi ataupun masyarakat.

  Leadership Knowledge: What Is Your New Currency in the New Normal?

Untuk itu penting bagi pemimpin untuk mampu menjawab pertanyaan pertanyaan ini : “Pemimpin seperti apa ia?, “untuk apa menjalankan amanah ini di dunia?” dan “kemana semua itu akan dibawa dan dipertanggungjawabkan?

Ciri seorang pemimpin yang memimpin didasari dengan ‘tujuan inti’ akan menilai kesuksesan kepemimpinannya dilihat dari dampak dan warisan yang ia tinggalkan, sehingga ia mampu menemukan cara yang kreatif dalam mencapai tujuan keuangan dan bisnis (stake holder, organisasi, tim, customer), juga keberlangsungannya kini dan nanti. Disamping itu ia mampu menyelaraskan nilai nilai pribadinya dengan dampak yang akan diwujudkannya, setiap tindakannya akan memiliki kebermanaan dan biasanya ia bersedia berkorban pada saat kondisi tersulit.

Pemimpin seperti ini akan berdampak positif tidak hanya kepada organisasi tetapi juga kepada tim yang dipimpinnya. Bekerja dengan sepenuh hati, performa yang optimal. Memiliki kejelasan arah ketika berada pada situasi yang dipenuhi ketidakpastian. Sedangkan bagi tim lebih bersemangat dalam bekerja karena adanya makna yang lebih tinggi, sehingga Kinerjanya lebih produktif dan optimal.

Sudahkan Anda menjelajahi diri menemukan apa yang menjadi tujuan inti kepemimpinan Anda?

Salam SuksesMulia

Atok R. Aryanto
Business Practitioner & Coach