Rendy SaputraOleh Rendy Saputra, CEO KeKe Group

Jumat, 7 April 2016

Tepatnya senin yang lalu, Saya berkesempatan belajar ke Mas Indrawan Nugroho. Ini adalah salah satu dorongan Saya bergabung menjadi Associate di Kubik Kreasi Sisilain. Belajar, belajar dan belajar.

Dengan bahasa yang sederhana dan terstruktur, Mas Indra manjelaskan tentang konsep alam. Bagaimana sebuah energi sebenarnya tidak pernah hilang, energi hanya berubah bentuk. Hukum kekekalan energi yang dahulu hanya dipandang sebagai pondasi persamaan perhitungan energi, kini menjadi rumus kehidupan yang dapat dijadikan pegangan.

Energi yang kita berikan akan kembali kepada kita. Nilainya sebanding. Tidak kurang dan tidak lebih. Jika kita melakukan kebaikan, maka kita sedang mengeluarkan energi positif, maka selanjutnya, kita akan mendapatkan hasil usaha positif yang senilai. Jika hasil usaha yang tampak belum senilai dengan usaha yang kita lakukan, yakinlah bahwa Anda sedang menabung tabungan positif.

[nextpage]

Perbuatan, Energi Alam dan Balasan

Sederhananya

Jumlah Usaha = Hasil Usaha Tampak + Tabungan Energi

JU = HUT + TE

Jika Anda telah melakukan 100 point energi, namun balasan yang terasa hanya 60 point energi, yakinlah bahwa Anda sedang menabung 40 point Energi.

100 = 60 + 40

Atau bisa jadi, sebenarnya balasannya sudah Anda terima, yaitu berupa penutupan nilai minus kehidupan Anda.
Misalkan, Anda telah banyak melakukan energi negatif. Nilai jumlah usaha Anda -100. Maka harusnya, hasil usaha tampak yang menimpa kehidupan Anda adalah -100. Namun karena Anda kemudian mengejarnya dengan perbuatan positif sebesar +100. Maka kejadian negatif tidak jadi menimpa diri Anda.

[nextpage]

Yang membuat Saya tertegun dengan penjelasan Mas Indra adalah sebagai berikut,

Mas Indra dengan cerdasnya membahas, mengapa generasi pertama bisnis biasanya selalu mendapatkan kemudahan dan keberuntungan bisnis. Sementara generasi kedua dan ketiga biasanya mulai menurun. Hal ini biasa terjadi pada perusahaan keluarga.

  Pentingnya Komunikasi Efektif di Tempat Kerja

Perbuatan, Energi Alam dan Balasan

Fenomena tersebut langsung terjawab dengan rumus konsep energi. Generasi pertama adalah generasi perintis yang memulai dari nol. Mereka terus berusaha walau hasil usaha tampaknya belum terlihat. Inilah yang membuat tabungan energi positif mereka sangat besar. Begitu tabungan energi positif ini cair, hadirlah kemudahan, keberuntungan, dan banyak-banyak kebaikan.

Generasi pertama itu perintis, mereka memulai bisnis dengan tangan sendiri. Berjualan sendiri. Mencari pemasok. Mencari market. Seringnya, mereka ditolak, dilecehkan, tidak diterima dan kerja mereka seakan tanpa hasil. Namun disinilah rahasianya. Walaupun seakan tanpa hasil, secara hukum kekekalan energi, perbuatan mereka tetap terhitung sebagai energi positif. Alam menyimpannya dalam bentuk tabungan energi positif yang siap kembali dalam kehidupan mereka, di waktu yang tepat.

Sementara generasi kedua bahkan telah mendapatkan Hasil Usaha Tampak terlebih dahulu. Generasi kedua lahir langsung dengan Downpayment Hasil Usaha Tampak.

JU = HUT + TE
Jumlah usaha nya belum ada…
Namun HUTnya sudah 100

Maka seyogyanya lah, lapis generasi kedua bisnis harus melakukan jumlah usaha sebesar 100. Jika usaha mereka hanya 70, maka mereka mendapatkan tabungan energi negatif sebesar -30

70 = 100 – 30

Serem…

Menyadari diri sebagai generasi kedua, sepantasnyalah kami terus menerus bergerak menabung energi positif. Agar terbayar DP, dan tertabung energi positif.

[nextpage]

Wardah yang kita lihat hari ini telah berumur 31 tahun. Pertumbuhan pesat wardah baru terjadi sekitar tahun 2009 hingga saat ini. Artinya, ada sebuah proses menabung energi positif selama kurang lebih 24 tahun. Dan kemudian dituai oleh generasi kedua.

Toko Batik Trusmi Cirebon yang Anda lihat sekarang baru dimulai kurang lebih tahun 2010. Sebelumnya, Ibnu Riyanto dan Sally Giovanny memulai dari berjualan kain mori, berjualan ke tanah abang, dan dagang apa adanya. Mereka banyak mengalami penolakan, banyak mengalami peremehan, banyak aksi dalam hidup mereka yang kemudian tidak terlihat hasilnya saat itu juga. Bisa jadi toko besar yang mereka miliki hari ini, adalah pencairan tabungan positif.

  Wajib Gagal

Bro Dewa Eka Prayoga terlihat sangat mudah menjual ini itu. Buku yang dahulu hanya puluhan ribu, sanggup dijual Dewa dengan harga ratusan ribu rupiah. Angka penjualannya mencapai puluhan ribu buku. Lalu kemudian dia menjual banyak produk digital, laku. Kita melihatnya mudah. Padahal bisa saja itu semua adalah tabungan positif beliau. Beliau berbagi setiap hari di twitter. Menulis ebook gratis. Membangun grup FB. Dan yang jarang diketahui, beliau mengikhlaskan sahabat yang menipunya 7,7M. Dan mengambil alih kesalahan Sahabatnya itu. Gak kehitung, berapa tuh energi positif dari mengikhlaskan 7,7M dan nalangin 7,7. Pantes sekarang banyak kemudahan.

KeKe Group dimulai dari tahun 1998. Walau merk KeKe baru hadir di tahun 2006, tapi usaha ini sudah dirintis Bunda Tika sejak tahun 1998. Pelajaran yang bisa Saya ambil dari Bunda Tika adalah “beruntung”. KeKe Group hampir selalu mendapatkan SDM yang tepat. Projek yang tepat. Mitra yang tepat. Terlalu banyak kebetulan-kebetulan yang asik dan seru di KeKe Group. Alhamdulillah.

[nextpage]

Sahabat, mari ukur-ukur tabungan energi kita. Kita harus khawatir apabila kita ternyata banyak mendapatkan Hasil Usaha Tampak terlebih dahulu, padahal kita belum melakukan banyak hal. Jika ini terjadi, berarti kita sedang menabung energi negatif.

Ataukah, apakah kita banyak melakukan perbuatan negatif. Jika kita terlalu banyak energi negatif, maka seyogyanyalah kita hajar energi negatif tersebut dengan sebanyak-banyaknya amal positif. Bukan hanya impas, tapi harus lebih. Energi -1000, amal sholih harus +50.000. Jadi +49.000.

Atau bisa saja sebagian dari anda sedang menikmati menabung energi positif. Semoga akan cair pada waktu yang tepat. Jangan pernah berhenti, untuk menabung energi positif.

  Kebencian
[nextpage]

Sahabat, dengan konsep sederhana ini, marilah kita bersemangat kembali, bahwa inilah makna dari firman Allah, bahwa Allah akan membalas apa yang kamu kerjakan. Fid dunya wal akhirah. Saya sangat meyakininya.

Bahkan jikalau sampai mati, hasil usaha tampak belumlah terlihat, saya yakin bahwa dia telah cair dalam bentuk yang lain. Balasan akhirat pun akan sangat dahsyat.

Maka jangan melemah dalam melangkah bisnis. Ketika penawaran kita ditolak, Allah sudah mencatat amal kita, dan menyiapkan balasannya. Ketika kita harus bekerja diatas apa yang kita dapatkan, maka kita sedang menabung energi positif yang teramat besar.

Semoga menjadi pelajaran baik.

Rendy Saputra
CEO KeKe Group

 

Informasi training: hubungi Mona di 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini diĀ Youtube Channel Kubik Training