Kubik Leadership / Lead For Impact

Ada hal yang menarik selama melakukan coaching, baik coaching individu maupun coaching dalam bentuk group group kecil. Biasanya saat coaching fokusnya adalah apa yang ingin dicapai, yang sering di sebut outcome. Dalam merumuskan outcome seorang coach sangat rinci dan terus me challange coachee agar benar benar menetapkan tujuan utama yang memang ingin didapatkan.  Setelah outcome disepakati, tahap selanjutnya adalah mendiskusikan langkah langkah yang akan dilakukan dalam mencapai outcome.

Yang sering terlupa adalah kenapa outcome yang ingin di capai itu penting untuk saya? Ini sering diabaikan, padahal inilah point yang tidak kalah penting, selain menetapkan outcome. Pertanyaan “mengapa hal ini penting” menjadi motivasi yang sangat kuat yang akan mendorong si coachee agar mampu menghadapi tantangan dan hambatan apapun yang datang sampai outcome yang telah ditetapkan dapat ia raih.

Penggalian “why is it important for you”, harus dilakukan sampai mendalam, bukan hanya tataran permukaan saja. Misalnya, kenapa Anda merasa perlu mencapai target sales 100 M? Karena itu adalah KPI saya. Jika jawabannya hanya sampai di tataran itu, tidak bisa diharapkan menjadi pendorong yang kuat. Terus gali lah why tersebut sampai ke level yang sifatnya lebih personal.

Kenapa KPI penting? Untuk mendapat bonus. Jangan berhenti. Kenapa bonus penting? Agar bisa menambah penghasilan. Untuk apa menambah penghasilan? Agar bisa membeli  barang baru. Kenapa perlu membeli barang baru? Agar waktu yang diperlukan untuk melakukan sesuatu lebih singkat. Misal , dulu tidak ada blender, maka perlu waktu 30 menit membuat juice, sekarang cukup 10 menit juice sudah tersaji. Waktu untuk bermain dengan anak anak dan keluarga pun bisa lebih banyak. Ternyata, alasan mencapai target sales 100 M adalah agar waktu untuk keluarga lebih banyak. Inilah yang menjadi penguat di kala proses mencapai sales 100 M tesebut dipenuhi dengan kondisi yang tidak menyenangkan atau di saat motivasi menurun. Ingat selalu KELUARGA

Biasanya ujung dari WHY berkisar tentang keluarga, pembuktian diri atau pun spiritual. Sebagian orang menemukan WHY nya sebagai sarana pembuktian diri.  Ia bisa mencapai hal yang sebagian orang pesimis terhadap kemampuannya. Selama ini bisa jadi ia  sering diremehkan, atau tidak di anggap. Maka ia akan benar benar dengan segenap kemampuan yang ada berusaha semaksimal mungkin mencapai target yang ada. Sebagian yang lainnya menjadikan alasan spiritual sebagai WHY.  Ketika Allah SWT memanggilnya, hal apa yang bisa ia bawa sebagai “bekal” di hadapan Allah SWT.

Penggalian the power of why membutuhkan waktu yang tidak sebentar, harus pelan pelan. Berikan ruang pada coachee untuk ia bisa menemukan jawaban terdalam yang bersumber dari hatinya.  Banyak coach yang tidak berani masuk terlalu dalam karena sudah ke arah personal. Dan banyak juga orang yang tidak ingin menggali jawaban sampai mendalam. Bisa jadi menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan berkaitan dengan dirinya ataupun masa lalunya atau cenderung malas menemukan the real Why.

Setiap hal sebaiknya temukan why nya, agar kita mendapatkan alasan jelas mengapa kita perlu melakukan atau tidak melakukan sesuatu hal, Sehingga lelah yang menghampiri bisa kita tepis dan kita tetap melaju melanjutkan cita cita yang telah di pancangkan. Yuk temukan Why nya!

Salam SuksesMulia!

 

Informasi training, coaching dan consulting hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends