WAHAI PEMIMPIN, JANGAN LAKUKAN COACHING UNTUK KARYAWAN ANDA !
Saya pernah dengan tegas mengucapkan kata-kata itu dengan volume cukup keras, sambil pura-pura melotot, dalam sebuah event diskusi bareng para pengusaha. Lalu ruangan pun silent.. Semua peserta terdiam. Bahkan saya amati nafasnya pun tertahan. Sampai kemudian ada yang dengan perlahan mengangkat tangan nya, dan bertanya:
“Bapak kan Coach, kenapa bilang begitu?”
“Justru karena saya Coach, saya harus mengatakan itu” Nada suara saya kembali pelan, dan saya lihat mereka mulai bernafas lega.
 
Apakah Coaching itu untuk semua orang? Yuk kita diskusikan.
 
Tantangan yang dihadapi tim kita beragam. Ibarat pengemudi mobil, maka bisa saja dia tidak optimal mengendarai mobilnya karena: tidak memiliki skill mengemudi, bisa juga karena tidak termotivasi untuk mengemudi, atau bahkan tidak punya keduanya. Kalau yang tidak punya skill mengemudi, ya harus latihan mengemudi dahulu (training mengemudi).
 
Kalau yang tidak termotivasi mengemudi, ya kita berikan motivasi. Yang tidak punya keduanya, kita arahkan saja, apa yang harus mereka lakukan. Misalnya mengarahkan untuk mulai mempelajari skill tertentu, atau untuk menjadi pribadi yang lebih termotivasi.
 
Belum satupun diantaranya, yang melibatkan coaching. Lah.. Kapan coachingnya Pak Coach? Woo banyak peluang untuk itu. Pada saat mereka sudah memiliki skill dan knowledge nya, dan sangat termotivasi, namun pencapaian mereka belum sesuai dengan keadaan yang diharapkan, kita lakukan coaching. Saat mereka ingin menciptakan terobosan baru, kita lakukan coaching. Saat mereka menghadapi perubahan yang belum pernah dihadapi sebelumnya, kita coaching. Dan banyak lagii. Namun tidak saat mereka butuh belajar skill dan knowledge.
 
Anda bisa frustrasi kalau mencoba meng-coach, misalnya orang Finance yang bahkan belajar Finance saja belum tuntas. Yang ada dia akan minta diajari. Dan bukan cuma Anda, dia juga bakal frustrasi.
 
Jadi disitulah kata-kata keras saya tadi saya tujukan. Karena ternyata sebagian besar yang dibutuhkan tim adalah BELAJAR KNOWLEDGE dan MELATIH SKILLS. Sebagai pemimpin, ya berikan apa yang dibutuhkan.
 
Lalu untuk mereka yang butuh belajar knowledge tertentu, atau melatih skill tertentu, apa yang harus saya lakukan?
 
Silahkan berikan PELATIHAN, TRAINING. Bisa juga dikombinasikan dengan MENTORING.
 
Salam SuksesMulia
Fauzi Rachmanto
 
#KubikLeadership
#LeadForImpact
#Powerfultrainer
#Training
#Coaching
#Consulting
Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends